Maksimalkan Pendidikan Kepramukaan SMAN Sumarorong, Dengan Tanam Pohon Pancasila

BANNIQ.COM.Sumarorong.–SMAN 01 Sumarorong bekerjasama dengan PLN Sektor Pembangkit Bakaru lewat program PLN Mengajar dan Menanam Pohon, Balai DAS & Hutan Lindung Lariang-Mamasa dan International Student Environmental Coalition melaksanakan camp penanaman pohon Pancasila.

Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 01 Sumarorong yang juga merupakan penggagas program Tanam Pohon Pancasila(TPP), Arizenjaya, M. Eng., mengatakan bahwa program ini merupakan program implementasi Kurikulum 2013 (K-13) yakni ekstrakurikuler pramuka yang wajib dilaksanakan oleh sekolah. Lanjutnya, kegiatan pramuka sendiri tidak akan maksimal ketika mereka hanya pasang tenda, berceritera tentang pramuka, bercerita tentang Negara dan Tanah Air jika tidak melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi Negara dan Bangsanya dalam ukuran jangka pendek, menengah dan jangka panjang.

Karena SMAN 01 Sumarorong berfikir bahwa salah satu yang penting yang harus dilakukan di Mamasa saat ini adalah menanam pohon sebagai upaya cerdas untuk memberikan kontribusi bagi kemajuan Negara dalam memelihara lingkungan hidup yang akan berdampak multi efek terhadap kepentingan Negara termasuk kepada PLN Sektor Pembangkit Bakaru sebagai sumber energi listrik terbarukan kepada Indonesia.

Supaya kegiatan ini terintegrasi dengan nilai-nilai berbangsa dan bernegara kata Arizenjaya, maka nama nomenklatur tanam pohon ini Tanam Pohon Pancasila (TPP) supaya setiap individu anak didik tidak hanya berteori tentang Pancasila tatapi dapat diwujudkan dalam bentuk lainnya sehingga Pancasila itu tertanam dalam mereka, bahwa setiap individu harus menanam lima (5) pohon sebagai simbol Pancasila (Dasar Negara).

“Jadi lewat kegiatan ini setiap siswa dan guru akan menanam lima pohon, tidak kurang dan tidak lebih. Gagasan ini merupakan gagasan pemeliharaan lingkungan hidup dimana sekolah harus tampil terdepan sebagai agent of change atau agen perubahan” jelas Arizenjaya.

Sementara itu, Bambang Dwi, Manajer PT. PLN Sektor Pembangkit Bakaru mengatakan bahwa keterlibatannya dalam TPP ini merupakan bentuk program PLN mengajar dan menanam pohon sebagai upaya membangun kepedulian masyarakat dalam hal pelestarian lingkungan karena pembangkit Bakaru sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan sehingga mau tidak mau partisipasi dan kerjasama pihak masyarakat, bagaimana kita melestarikan lingkungan hidup itu dilakukan. Harapannya kedepan kata Bambang, pihaknya bisa menghasilkan listrik dengan optimal yang merupakan buah dari pelestarian lingkungan yang dilakukan oleh anak-anak pramuka SMAN 01 Sumarorong.

Sedangkan Ananda Winny Mesha, National Director ISEC Of Russia, yang juga merupakan Mahasiswi Indonesia asal Mamasa yang sedang belajar mengambil Jurusan Energy Conservative and Resource saving processes in chemical technology biotech and petrochemistry di Kampus Northern Arctic Federal University Russia mengatakan bahwa walau dirinya menjadi Nasional Director untuk Rusia namun sebagai masyarakat Mamasa, dirinya wajib hadir ditengah-tengah masyarakat Mamasa dimana misi dari lembaganya yakni International Student Environmental Coalition (ISEC) mengajak siswa siswi untuk bertindak melawan perubahan iklim secara global yang salah satu kegiatannya adalah lewat pelestarian lingkungan dengan penanaman pohon.

TPP berlangsung pada Senin 13 Agustus 2018 di Bumi Perkemahan Malapanak Kecamatan Tandukkalua oleh sekira 400 individu siswa siswi dan guru untuk penanaman 2100 pohon yang disiapkan oleh Balai DAS dan Hutan Lindung Lariang – Mamasa (Leo/s)

Berita Terkait: