Mamuju Bakal Jadi Tuan Rumah Rakernas Forum Silaturrahim Keraton Nasional Tahun 2018

Banniq.com.Sulbar

Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Forum Silaturahim Keraton Nusantara (FSKN) 2018 akan digelar di Kabupaten Mamuju. Hal itu disampaikan ketua harian FSKN, Andi Kumala Idjo Daeng Sila Karaeng Lembang Parang.

Mamuju sebagai tuan rumah Rakernas FSKN 2018 telah disetujui oleh Pemkab Mamuju, Pemprov Sulbar, dan kerajaan Mamuju. Penunjukan Mamuju tidak terlepas dari letaknya yang berada ditengah bangsa Indonesia. Selain itu, hal ini bertujuan agar semakin terjalinnya kerjasama atau silaturahmi dengan kerajaan lain.

“Kalau kita kembali melihat sejarah, Kerajaan Mamuju itu memiliki pengaruh yang sangat dalam perkembangan kerajaan yang ada di Nusantara. Letaknya yang berdekatan dengan laut membuat sebagai jalur transportasi antar pulau pada masanya,” kata Andi Kumala Idjo, Sabtu 15 Juli.

Lebih lanjut, pria yang hadir mewakili Kerajaan Gowa itu juga menuturkan dalam waktu dekat ini pihaknya juga akan melakukan pembicaraan lebih lajut dengan kerajaan dan Pemkab Mamuju. Guna mematangkan persiapan untuk menyambut Rakernas tersebut.

“Rencananya kegiatan tersebut bukan hanya acara seremoni saja, tetapi banyak hal yang bisa dilakukan, salah satunya parade adat nusantara. Dimana setiap daerah yang hadir akan menampilkan adat istiadat mereka, sehingga bisa menjadi salah satu agenda wisata cukup membuming,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut Raja Mamuju menyatakan pihaknya siap menjadi tuan rumah acara Rakernas FSKN 2018. Dia berjanji akan menjadi tuan rumah yang baik.

“Saya akan berusaha memberikan layanan yang baik, tentunya semampu kami. Yang pasti Kerajaan Mamuju sendiri akan kembali menggelar sosor manurung agar lebih sakral,” ucapnya.

Terpisah Bupati Mamuju, Habsi Wahid juga menambahkan dirinya sangat senang dengan terpilihnya Kabupaten Mamuju sebagai tuan rumah Rakernas FSKN 2018. Baginya, hal tersebut semakin menancapkan nama Kabupaten Mamuju di Indonesia, utamanya sebagai kota adat dan destinasi wisata.

“Kami akan sekuat tenaga menyiapkan semua keperluan, bahkan kalau memang perlu akan dibuat panitia khusus untuk acara tersebut. Jika memang memungkinkan, kedepannya apapun kegiatan adat yang dilakukan di Rakernas FSKN akan juga dilakukan secara terus menerus sehingga jadi event budaya tahunan,” tambahnya. (kif/s)

Berita Terkait: