Masyarakat Tak Perlu Resah dengan Keberadaan Mineral Radioaktif di Mamuju

Kadis ESDM Sulbar, Amri Ekasakti,ST (photo:dok)

BANNIQ.COM.Sulbar.  Kandungan  mineral Radioaktif (uranium,Thorium dll) yang  berada di Wilayah Kecamatan Tappalang, Tappalang Barat dan terakhir di Kecamatan Kalukku Kabupaten Mamuju, saat ini masih dalam tahap inventarisasi dan pendataan  potensi mineral Radioaktif itu oleh Badan  Tenaga Nuklir  Nasional (BATAN).

” Sesuai Tugas dan Fungsinya  Batan ke Sulbar untuk melakukan inventarisasi., kemudian pendataan serta meneliti indikasi-indikasi potensi negatif yang kemungkinan dapat membahayakan masyararakat, juga upaya mendeteksi apakah ada titik rawan paparan radiasi dari mineral Radiokatif tersebut, jadi belum ada penambangan, ini yang perlu diketahui secara luas oleh masyarakat,” Urai Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Sulbar, Amri Ekasakti, ST, Jum’at(10/8/2018).

Dari pendataan dan inventarisasi itu sambung Amri akhirnya titik kandungan uranium ditemukan  lebih luas, yang dulu hanya dikenal di Takandeang, sekarang sudah terinventarisir sampai di Botteng, Sungai Mamuju dan di Kecamatan  Kalukku.

Kemudian terkait kedatangan  PT Timah di Sulbar yang juga sempat  menjadi Sorotan, sambung Amri mereka datang hanya mendampingi Batan, karena keberadaannya selaku BUMN.” PT Timah kan BUMN, kedatangannya di Mamuju untuk mendampingi Batan, dan Perlu diketahui bahwa PT Timah tidak ada  hak untuk menambang,” Imbuhnya.

Olehnya sebut Amri, masyarakat dihimbau untuk tidak resah dengan hal itu, karena untuk penambangan jelas belum ada, aturan penambangan uranium juga belum ada,  di Kalbar saja sudah 30 tahun dideteksi namun sampai saat ini belum ada penambangan .” Di Kalbar saja sudah 30 tahun ditemukan tetapi belum ada penambangan apalagi kita Sulbar yang baru ditemukan,” Tandasnya.

Yang kita-kira  dapat ditambang masih kata Amri bila ada mineral ikutan atau logam tanah jarang dalam uranium tersebut dan Batan harus Mengawasi karena yang bisa memisahkan itu adalah batan, supaya uraniumnya tidak terikut.” Kira-kira bila ada kandungan mineral ikutan  atau logam tanah jarang dalam uranium tersebut  yang bisa ditambang tentu Batan harus mengawasi karena yang bisa memisahkan mineral ikutan dengan uranium adalah Batan,” Tandasnya.

Untuk itu Dia kembali  menghimbau kepada masyarakat untuk tidak resah dengan keberadaan Mineral radioaktif tetsebut di Mamuju, dan ini sudah berulang kali disampaikan sejak era Gubernur Sulbar Sebelumnya.(smd)

Berita Terkait: