Menguat,Wacana Pembentukan IPMA Sulbar

Banniq.com.Sulbar

Pemprov Sulbar bersama sejumlah perwakilan elemen mahasiswa rantau asal Sulbar mewacanakan perlunya pembentukan Pengurus Besar Ikatan Pelajar Mahasiswa Sulawesi Barat (PB-IPMA SULBAR) untuk menunjang pendidikan putra-putri daerah.

Hal itu dikemukakan oleh Demisioner Ketua Umum Ipma Sulbar Bandung periode 2015-2016, Irsyad Fajrianto, saat menghadiri acara silaturahmi antar mahasiswa di Rujab Gubernur Sulbar, di Jalan Abdul Malik Pattana Endeng Mamuju, beberapa waktu lalu.

Dalam pertemuan tersebut, Irsyad mengatakan gagasan pembentukan PB IPMA SULBAR merupakan upaya agar mahasiswa rantau lebih mengedepankan nilai-nilai persatuan ketimbang perpecahan. “Sekarang ini kita terpetak-petak. Perkumpulan mahasiswa di dominasi oleh ego sektoral. Seperti dari Polewali punya naungan sendiri, asal Mejene dan Mamuju juga begitu,” tegasnya saat ditemui, Kamis 6 Juli.

Hasil pertemuan tersebut, Irsyad mengungkapkan dalam waktu dekat ini pemerintah Sulbar telah berkomitmen akan menggelar konsolidasi terbatas se Pulau Jawa terlebih dahulu yang nantinya akan berpusat di Kota Bandung. “Nanti konsolidasi terbatas akan kita gelar di Bandung sekaligus dirangkaikan dengan hari pelantikan kepengurusan baru untuk periode 2017-2018. Dan kita akan mengundang mahasiswa rantau asal Sulbar se-pulau jawa,” imbuhnya.

Mengenai kapan waktunya, Irsyad belum bisa memastikan. Namun, ia mengatakan paling lambat bulan Juli 2017 ini.

Terpisah, Ketua Umum terpilih Ipma Sulbar Bandung periode 2017-2018, Muhammad Nur Imam, saat dihubungi melalui telephone, mengatakan pembentukan Pengurus Besar mahasiswa sulbar telah lama menguat. Hanya saja, untuk merealisasikannya perlu dilakukan berbagai persiapan dan mesti ada dukungan penuh dari pemerintah daerah. Antara lain pendataan jumlah organisasi daerah.

“Untuk saat ini Ipma Sulbar sudah ada di empat daerah. Diantaranya, Bandung, Malang, Jakarta dan Samarinda. Memang sudah layak membentuk PB (pengurus besar, red),” ujarnya.

Ia menambahkan pihaknya telah siap melakukan berbagai persiapan jika Kota Bandung dipilih sebagai daerah untuk melakukan konsolidasi terbatas antar mahasiswa sulbar se Pulau Jawa. “Kalau konsolidasi terbatas ini digelar se Pulau Jawa maka Bandung tentunya menjadi wilayah yang strategis dan mudah dijangkau oleh daerah lain,” tambahnya.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar merespon positif gagasan tersebut. “Kita memang perlu naungan besar untuk mahasiswa. Nanti kita juga akan libatkan mahasiswa Sulbar ini dalam berbagai bidang pembangunan dan penelitian tentang sejarah daerah,” tutupnya. (kif/s)

Berita Terkait: