Mentan Dukung Upaya Renplanting Sawit dan Perluasan Tanaman Jagung di Sulbar

Mentan Dr.Ir.H.Andi Amran Sulaiman, Bersama Gubernur Sulbar,Drs.H.M.Ali Baal Masdar dan Kadistan Sulbar Ir.H.Tanawali,MMA di Areal Perkebunan Tanaman Jagung Tikke Kabupaten Pasangkayu(photo:dok)

#ADVERTORIAL#

BANNIQ.COM.Sulbar. Menteri Pertanian Dr.Ir.H.Andi Amran Sulaiman menyatakan dukungannya untuk  upaya peremajaan kelapa sawit rakyat sekaligus perluasan tanam jagung di Sulawesi Barat (Sulbar) dengan sistem tumpang sari.

Hal tersebut ditegaskan Mentan Andi Amran Sulaiman saat berkunjung ke Desa Lariang Kecamatan Tikke Raya, Kabupaten Pasang Kayu, Sulbar, Rabu (31/10/10).
“Kita targetkan replanting sawit rakyat dengan luas 5 ribu hektare di Sulawesi Barat, nilainyaRp 125 milyar. Bahkan bisa kita usahakan hingga 7,5 ribu hektare. Alokasi untuk Kabupaten Pasang Kayu setengahnya, yakni 2,5 ribu hektare,” Ujar Amran di hadapan petani setempat.

Mentan A.Amran Sulaiman, Gubernur Sulbar,Alibaal Masdar, Kapolda Sulbar,Brigjend Pol Drs.Baharuddin Djafar, Bupati Pasangkayu, Ir.H.Agus Ambo Djiwa, Wakil Bupati Drs.H.Muh.Saal dan Kadistan Sulbar,Ir.H.Tanawali saat kunjungan mentan di Tikke Pasangkayu.(photo:dok)

Peremajaan perkebunan sawit rakyat sebut Amran,  memang tengah menjadi perhatian pemerintah, karena di Sulawesi Barat misalnya, banyak sawit yang usianya lebih dari 28 tahun. Usia sawit tersebut berpengaruh terhadap penurunan produktivitas hingga hanya tiga ton per hektar.

“Kita dorong peremajaan dengan skema pendanaan yang ada yakni 25 juta per hektare. Tapi seiring proses replanting kita wajibkan petani untuk juga tanam jagung lewat tumpang sari,” Ucapnya.

Kunjungan Mentan Andi AmranSulaiman  juga memberikan benih jagung gratis untuk lahan seluas 40 ribu hingga 50 ribu hektare di  Kabupaten Pasang Kayu. Kombinasi antara peremajaan sawit rakyat dengan jagung in diyakini mampu mendorong optimalisasi lahan pertanian produktif, sekaligus menjaga petani tetap punya penghasilan.

Saat ini harga jagung di Sulawesi Barat dalam kondisi baik, yakni Rp 3.700. Bahkan pengakuan petani setempat bisa mencapai Rp 4.200 per kg. Sementara harga Tandan Buah Segar (TBS) Sawit hanya Rp 1.000 per kg dan diharapkan bisa lebih sehingga harganya tidak terlalu jauh dari harga di Kalimantan dan Sumatera.

Masih Amran, harga keekonomian jagung yang menguntungkan ini seharusnya bisa mendorong petani menanam jagung, sambil meremajakan sawit yang baru bisa produktif setelah lima tahun tanam.

“Jadi kita dorong peremajaan, sekaligus wajib tanam jagung. Benihnya sudah kami alokasikan gratis,” jelas Amran di areal lahan jagung siap panen seluas 300 hektare.

Kata Dia, selain peremajaan sawit dan bantuan benih jagung,  Kementerian Pertanian juga memberikan bantuan benih kakao dan padi gratis. Sementara itu, untuk bantuan alat mesin pertanian, Amran langsung mengalokasikan bantuan terutama pompa sebanyak 20 unit, agar bisa langsung dimanfaatkan.

“Agar tanaman bisa lebih produktif, kita harus kelola air dengan baik. Kita akan kirim langsung 20 pompa untuk bisa memanfaatkan langsung sungai yang ada,” tutur Amran.

Kementerian Pertanian juga telah mengirimkan 345 ekor untuk dibagikan kepada peternak di Sulbar, khusus untuk Kabupaten Pasang Kayu sebanyak 35 ekor. “Silakan pemda mengatur pola pembagiannya, tapi kami berharap dilakukan berkelompok, jadi katika sudah mengasilkan pedet baru kita bagikan ke peternak,” tandasnya.

Hal senada diungkapkan Gubernur Sulbar yang menyertai Kunjungan Mentan dan Didampingi Kadis Pertanian Sulbar, Ir.H.Tanawali,MMA, bahwa peremajaan sawit Rakyat mesti dibarengi dengan penanaman Jagung yang dapat memicu Luas Tambah Tanam(LTT).

“Peremajaan sawit rakyat mesti dibarengi dengan menanam jagung, sebagai tanaman Sela untuk memicu Luas tambah Tanam,” Pungkasnya.(smd)

Berita Terkait: