OSO: Wartawan Jangan Menjadi Bahagian dari Masalah Pengelolaan Dana Desa

Banniq.com.Padang. Rangkaian HPN 2018, pihak panitia bekerjasama dengan DPD RI  Menggelar  Dialog Pers dengan tema Percepatan Pembangunan Melalui Dana Desa, Rabu(07/01/2018) di Salah Satu Hotel Berbintang di Kota Padang Sumbar.

Kegiatan yang dibuka Ketua PWI Pusat yang juga ketua Panitia HPN tahun 2018 Margioyono itu, selain dihadiri Ratusan Wartawan Seluruh Indonesia, hadir Pula Ketua DPD RI,Dr.Oesman Sapta Odang (OSO), Mendes dan PDT, Eko Putro Sanjoyo, Anggota DPR RI Ahmad Mukowwan, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anaz dan Pimred Kompas Budiman.

Margiyono menyampaikan pada sambutannya, dialog percepatan Pembangunan daerah melalui Dana Desa terselenggara atas dukungan penuh Ketua DPD RI Bapak Oesman Sapta.” Patut kita berterima kasih kepada Bapak Ketua DPD RI bapak OSO,  kegiatan dialog ini terselenggara karena dukungan sepenuhnya Beliau dan Anngota DPD RI,” Ujar Margioyono.

Kemudian OSO yang didaulat memberikan Sambutan pada kegiatan itu menyampaikan bahwa,  Percepatan Pembangunan daerah sebagaimana tema dialog Pers ini relevan dengan tekad pemerintah dengan konsep Membangun dari Pinggiran. Dengan segala bentuk pembangunan yang telah dilaksanakan di daerah seperti pembangunan infra struktur sebagai bagian dari Pemerataan Pembangunan di daerah.” Tema dialog ini relevan dengan Tekad pemerintah untuk membangun dari pinggiran, dan  merupakan wujud dan komitmen nyata presiden dalam mewujukan pemerataan pembangunan di daerah.,” ujarnya.

Komitmen nyata tersebut sambung OSO, melalui Anggaran Pembagunan desa yang pada tahun 2017 meningkat dari Rp 49.9 di tahun 2016 dan di Tahun 2017 sebesar Rp. 60 T.

Namun demikian OSO menyebut bahwa seiring dengan Plot anggaran yang besar itu, muncul kekhawatiran pengelolaan dana desa tersebut, Mengingat SDM yang dimiliki pemerintah desa yang masih rendah. Meskipun demikian kata OSO kita tidak boleh menyalahkan Kepala desa dan perangkatnya.” Kepedulian Yang harus kita lakukan adalah mengawal secara bersama-sama pelaksanaan Anggaran desa tersebut,” Imbuhnya.

Dalam proses pengawalan tersebut OSO juga berharap kepada Wartawan untuk ikut berkontribusi untuk mengawal pelaksanaan anggaran tersebut, jangan sampai wartawan menjadi bagian dari masalah pengelolaan Keuangan desa.” Wartawan harus berkontribusi untuk mengawal pelaksanaan pembangunan melalui dana desa, jangan menjadi bahagian dari masalah pengelolaan dana desa, dengan pemberitaan miring lalu mendatangi dan memeras  Kepala Desa,” Pungkasnya.(smd)

 

Berita Terkait: