Pasca Pembakaran Rumah Di Areal Sengketa, Pemerintah Himbau Warga Tetap Tenang

m2u01495_avi1_canopus_dv_pal_0002

Banniq.com.Pasangkayu

 

matra 2

 

 

 

Pembakaran Rumah Diareal Sengketa Kemarin Siang Dipicu Kesalah Pahaman Warga, Pemerintah Minta Warga Tetap Tenang

Pasca pembakaran 4 pondok dan satu rumah kebun yang dilakukan warga dari dua desa yakni desa bonemarawa dan desa mbulawa, kecamatan rio pakava, kabupaten donggala provinsi sulawesi tengah. kemarin siang dipicu kesalah pahaman antar warga, pihak pemda kabupaten mamuju utara dan pemda kabupaten donggala siang tadi melakukan pertemuan dengan sejumlah tokoh masyarakat dari dua desa meminta warga tetap tenang.

Dibantu ratusan personil kepolisian bersenjata lengkap dari Polres donggala dan Polres mamuju utara serta TNI, Pemda kabupaten donggala dan pemda kabupaten mamuju utara melakukan pertemuan dengan sejumlah tokoh masyarakat dari dua desa yang berkonflik karena dipicu kesalah pahaman, pemerintah meminta warga tetap tenang dan tidak berbuat anarkis.

Wilayah yang dipersengketakan warga dari dua desa tersebut masih berproses dikemdagri mengenai tapal batas wilayah mamuju utara dengan wilayah kabupaten donggala, kedua pemerintahan yang berada diwilayah perbatasan sulteng sulbar ini sepakat akan mendesak pihak mendagri untuk segera menetapkan batas wilayah provinsi sulawesi tengah dan sulawesi barat.

AKBP : Guntur. Kapolres Donggala saat dikonfirmasi disela –sela  sementara pihak kapolres donggala meminta warga menghormati proses penyelesaian tapal batas yang berada di wilayah tersebut, karena saat ini wilayah tersbeut tengah berproses di kemendagri.

“Proses penyelesaian tapal batas masih berproses di mendagri seperti yang disampaikan tadi dalam pertemuan, jadi  kepada warga agar masing- masing menahan diri tidak berbuat anarkis. Imbuhnya.

Ditempat terpisah AKBP : Yanuar widianto. Kapolres Matra mengatakan, pihak kepolisian polres mamuju utara akan melakukan penyelidikan akar permasalahan dari insiden yang terjadi kemarin siang, “sementara warga yang salingklaim diareal c26 hgu pt mamuang pihak polres matra akan mempertemukan keduanya untuk memediasi dan menyelesaikan permasalahan sengketa lahan tersebut. Tegasnya.

Sementara Asiten I Pemda Matra Makmur mengatakan, “pemerintah meminta warga agar tetap tenang karena dari warga mengklaim daerah ini adalah wilayah sulteng sementara warga yang lain mengklaim wilayah ini adalah wilaya sulawesi barat, sehingga kedua pemerintah yang berada di wilayah perbatasan ini bersepakat untuk mendesak mendagri segera menetapkan tapal batas antara provinsi sulawesi barat dan sulawesi tengah. Tutupnya. (Smd/joni)

 

 

 

Berita Terkait: