Pembangunan Kawasan Pengembangan Ternak Beroangin Akan Bermultipler Effect

Kepala Bappeda Provinsi Sulbar,Dr.Junda Maulana,M.Si(photo:dok)

BANNIQ.COM.Sulbar. Program pengembangan Kawasan peternakan yang didesain oleh Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Barat dan direncanakan dibangun pada tahun 2019 di Desa Beroangin, Kecamatan Mapilli Kabupaten Polman, kini dalam proses pemotretan udara areal pengembangan tersebut.

” Program ini adalah program yang bagus, pak Gubernur juga telah mengsuffort untuk itu kita semua mesti mendukungnya, untuk maksimalnya desain program ini Bappeda dan tim Dinas pertanian Sulbar, besok (kamis) akan tuturun ke lokasi melakukan pemotretan areal kawasan pengembangan tersebut,” Jelas Kepala Bappeda Provinsi Sulbar, Dr.Junda Maulana, Rabu(12/9/2018).

Dikatakan lanjut mantan Penjabat Bupati Mamuju Tengah ini, bahwa program pengembangan kawasan ternak tersebut, didukung oleh semua stake holder seperti Distan, Dinas PU dan Dinas Kehutanan.” Program pengembangan kawasan tersebut didukung oleh semua stake holder selain Dinas pertanian, Misalnya Dinas PU untuk akses jalannya dan Dinas Kehutanan terkait status kawasannya,” Imbuhnya.

Rapat teknis Distan dan Bappeda Sulbar terkait Rencana Survey dan Photodrone Areal Kawasan Rencana Pengembangan Ternak di Beroanging kab.Polman, di Ruangan Kepala Bappeda Sulbar(photo:dok)

Kemudian untuk efek dari pembangunan kawasan tersebut, sambung mantan Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah desa ini, akan memiliki Multipler Effect (berdampak banyak).” Jika Kawasan ini sudah tebangun Multipler Effectnya akan terlihat, Nilai Tukar Petani(NTP) terutama peternak pasti naik , Penghasilan masyarakat sekitar kuga akan naik dan akan membuka lapangan kerja baru,” Tandasnya.

Untuk itu, program tersebut harus didukung oleh semua pihak dan dirinya berharap program itu akan terwujud, karena Pemerintah pusat sudah menyetujui dan akan mengsuffort anggaran sekita Rp. 3.5 M.

Selain itu, masih kata Junda bila dibandingkan dengan kawasan pengembangan ternak di Padang mengatas yang dikunjungi Gubernur beserta Rombongan belum lama ini,  jauh lebih luas rencana pengembangan kawasannya di Sulbar.” Saya kira nanti kalau kawasan pengembangan ternak di Sulbar sudah terwujud, akan dapat seperti di Padang mengatas, luas kawasannya hanya sekitar 260 HA, sedang kita di Sulbar sekitar 400 HA rencana Kawasannya, juga nantinya Kita tidak lagi perlu menganggarkan penyediaan bibit ternak bila kawasan itu nantinya sudah berfungsi,” Bebernya.

Gubernur Sulbar,Drs.H.A.Alibaal Masdar saat berkunjung ke BPTUHPT Padang Mengatas Sumbar(photo:Repro)

Terkait Desain perencanaan pembangunan kawasan tersebut sambung Junda, saat ini sudah ada Master Plane yang akan dipedomani dalam menyusun dan mengusulkan anggaran pembangunannya ke Dirjen Peternakan Kementan.” Tadi ini saya rapat dengan Dinas Pertanian saya tanyakan Master Planenya, ternyata sudah dibuat oleh Distan, masterplane ltulah nanti yang akan kita pedomani untuk mengusulkan anggaran pembangunannya ke Dirjen Peternakan Kementan, Insya Allah pembangunannya akan selesai dalam waktu 3 tahun Anggaran,” Pungkasnya.

Terpisah, Kadistan Sulbar Ir.H.Tanawali,MMA juga berharap dukungan semua pihak untuk mewujudkan program pengembangan kawasan peternakan yang telah melalui proses pengkajian secara teknis oleh Distan Sulbar, beserta Instansi terkait di Pemprov Sulbar serta Distan Kabupaten Polman.” Esok kami bersama tim teknis dari beberapa OPD di Pemprov Sulbar akan mengambil photo udara rencana kawasan pengembangan ternak tersebut, untuk melihat secara detail topography wilayah kawasan tersebut,” Pungkas Tanawali.(smd)

Berita Terkait: