Pembudidaya Udang Di Sarjo, Butuh Sarana Listrik

copy-of-img_3440P

Banniq.com.MAMUJU UTARA,-

Meski disatu sisi program pengembang biakan udang vaname  mulai memperlihatkan hasil, namun disisi lain tak sedikit petani tambak mengaku masih menemui sejumlah  kendala dalam mengembang biakan udang kualitas ekspor tersebut.

Seperti yang diungkapkan salah Ketua Kelompok (poktan) cahaya sarjo, Sakkar. mengatakan, para petambak yang ada di kecamatan Sarjo saat ini masih kekurangan suplai listrik, padahal untuk budi daya udang vaname ini, aliran listrik sangat dibutuhkan karena tidak sedikit tambak yang dikemas secara modern ini membutuhkan listrik sebagai penggerak kincir..

Aliran listrik tersebut untuk berbagai kebutuhan, seperti untuk mengoperasikan kincir air, pompa air, dan berbagai kebutuhan lainnya.Karena tidak adanya suplai listrik, saat ini masyarakat setempat hanya mengelola tambak tersebut secara tradisional.

” Kami sebagai petani tambak, khususnya tambak udang vaname tidak akan berhasil kalau cara pengelolaan kami masi begini-begini saja, dan target 15 ton perhektar itu tidak akan tercapai selama pengelolaannya masih tradisional” keluh Sakkar, Kamis 8 September.

Olehnya, ia berharap pemkab Matra bisa memberi perhatian khusus pada kebutuhan listrik mereka tersebut, agar pengelolaan tambak di Sarjo bisa dilakukan secara maksimal dan modern.

“Supaya bisa mencapai target sampai 15 ton per hektarnya itu, kami harus memiliki kincir air yang berfungsi menyuplai oksigen ke tambak. Sementara untuk membeli genset untuk mengoperasikan kincir itu, masyarakat belum mampu. Kami sangat mengharapkan perhatian pemerintah untuk membantu kami masyarakat petani tambak, terutama jaringan listrik yang harus selalu menyala 24 jam” tegasnya (smd/joni)

Berita Terkait: