Pemkab Mamuju Berikan Pelayanan Maksimal untuk Pengungsi Korban Gempa Sulteng

Pelayanan kesehatan yang diberikan tenaga medis Pemkab Mamuju kepada pengungsi Korban Gempa Sulteng, di posko pengungsian rujab Wakil Bupati Mamuju(photo:smd)

BANNIQ.COM.Mamuju. Gelombang pengungsi yang meninggalkan Palu dengan alasan trauma karena masih sering terjadi gempa susulan meskioun tidak sebesar gempa jumat pekan lalu,  dan udara yang tidak sehat mengingat masih banyaknya jasad yang belum terevakuasi,

Akses jalur gelombang pengungsi dengan tujuan beberapa daerah Kabupaten di Sulsel, sebahagian besar melewati Kabupaten Mamuju.Untuk membantu para korban gempa yang mengungsi keluar kota Palu, yang lewat di Kabupaten Mamuju, Pemkab setempat menyediakan posko pelayanan di Rujab Wakil Bupati Mamuju, di jalan Ahmad Kirang Mamuju Sulbar.

Kadis Kominfo Mamuju, Drs.Usdi(photo:smd)

” Sebagai langkah tanggap bagi pengungsi korban Gempa Sulteng, yang ingin istirahat dan mendapatkan perawatan bagi yang sakit kita siapkan tempat ini di Rujab Wakil Bupati Mamuju ini, dipilihnya tempat ini karena dinilai strategis, aksesnya mudah, aman dan nyaman,” Ujar Kadis Kominfo Pemkab Mamuju, Usdi, Rabu(3/10/2018).

Pelayanan terhadap pengungsi sambung Usdi, tetap akan diberikan di tempat tersebut, karena menurutnya gelombang pengungsi yang melawati diprediksi masih akan terus berlangsung.” Jadi pelayanan di tempat ini tetap kita akan lanjutkan karena kami prediksi gelombang pengungsi yang melewati masih akan bertambah, karena pengakuan dari para pengungsi mereka tinggalkan palu karena trauma karena masih terjadi gempa susulan,” Imbuhnya.

Sejauh ini masih kata Usdi, kepada para pengungsi tersebut, diberikan akomodasi, mereka yang sakit diberi perawatan dan bila tidak memungkinkan untuk lanjut maka rawat inap di rumah sakit, seperti salah satu dari pengungsi tersebut bersalin.” Bagi pengungsi yang transit di Mamuju ini kita siapkan akomodasi, bagi sakit diberikan tindakan pengobatan, dan yang tidak bisa lanjut karena sakit, kita rawat di Rumah sakit di sini, seperti kemarin ada satu orang ibu yang tenaga medis kita bantu persalinannya di rumah sakit daerah,” Pungkasnya.

Sementara itu, Buraerah seorang pengungsi yang akan menuju kabupaten Sidrap(Sulsel) yang turut membawa barang-barang berharga seperti Motor,Kulkas dan peralatan elektronik lainnya, meninggalkan kota Palu untuk sementara karena masih trauma karena masih terjadi gempa susulan juga udara yang masih tidal higienis, karena masih banyak korban meninggal yang belum terevakuasi.” Untuk sementara kami ke kampung dulu, karena masih trauma masih sering gempa susulan, juga karena udara yang belum higienis, karena masih banyak korban meninggal yang belum terevakuasi,” Pungkasnya.(smd)

 

 

 

Berita Terkait: