Pemkab Matra Gelar Ramah Tamah HUT RI Ke 71, Dengan Sajian Makanan Tradisional

IMG_20160818_181229

Banniq.com.Pasangkayu –

Setelah upacara pengibaran sang merah putih, rangkaian peringatan HUT RI ke 71 masih berlanjut. Kali ini pemkab Matra menggelar malam ramah tamah di alun-alun kota Pasangkayu dengan menyajikan makanan tradisional secara gratis untuk masyarakat umum.

Ada beberapa jenis panganan tradisional yang disajikan di stand-stand SKPD, seperti jepa, ubi rebus, pisang rebus, ikan bakar, ikan masak khas mandar, kue-kue berbahan dasar ubi, dan beberapa jenis panganan lainnya.

Sajian makanan tradisional yang cukup menggugah selera makan tersebut sontak diserbu oleh para pengunjung yang hadir, tak ayal dalam sekejap sajian itupun ludes, bahkan bupati Matra dan rombongan yang berkesempatan mencicipi semua jenis makan di stand-stand SKPD tersebut, hanya kebagian sisanya saja.

Acara ini nampak cukup menghibur masyarakat yang hadir, sebab selain mendapat makanan gratis, masyarakat juga disajikan tampilan musik tradisional, dari kelompok-kelompok seni sekolah, maupun dari profesional.

” Makanannya enak-enak pak, saya sengaja tidak makan malam karena tau disini ada makanan gratis, saya paling suka masakan ikan dengan pisang rebus, dan kapurung” ungkap salah seorang pengunjung Irham, Rabu malam 17 Agustus.

Sajian panganan tradisional ini sendiri bagian dari lomba kreasi makanan tradisional non beras antar SKPD, dan baru bisa dinikmati oleh masyarakat pasca dilakukan penilaian. Kategori penilaian diantaranya inovasi dan jumlah jenis makanan yang disajikan.(joni)Pasangkayu – BadaRayakan Malam Ramah Tamah HUT RI ke 71. Pemkab Matra Sajikan Makan Gratis.

Pasangkayu – Setelah upacara pengibaran sang merah putih, rangkaian peringatan HUT RI ke 71 masih berlanjut. Kali ini pemkab Matra menggelar malam ramah tamah di alun-alun kotaRayakan Malam Ramah Tamah HUT RI ke 71. Pemkab Matra Sajikan Makan Gratis.

Pasangkayu – Setelah upacara pengibaran sang merah putih, rangkaian peringatan HUT RI ke 71 masih berlanjut. Kali ini pemkab Matra menggelar malam ramah tamah di alun-alun kota Pasangkayu dengan menyajikan makanan tradisional secara gratis untuk masyarakat umum.

Ada beberapa jenis panganan tradisional yang disajikan di stand-stand SKPD, seperti jepa, ubi rebus, pisang rebus, ikan bakar, ikan masak khas mandar, kue-kue berbahan dasar ubi, dan beberapa jenis panganan lainnya.

Sajian makanan tradisional yang cukup menggugah selera makan tersebut sontak diserbu oleh para pengunjung yang hadir, tak ayal dalam sekejap sajian itupun ludes, bahkan bupati Matra dan rombongan yang berkesempatan mencicipi semua jenis makan di stand-stand SKPD tersebut, hanya kebagian sisanya saja.

Acara ini nampak cukup menghibur masyarakat yang hadir, sebab selain mendapat makanan gratis, masyarakat juga disajikan tampilan musik tradisional, dari kelompok-kelompok seni sekolah, maupun dari profesional.

” Makanannya enak-enak pak, saya sengaja tidak makan malam karena tau disini ada makanan gratis, saya paling suka masakan ikan dengan pisang rebus, dan kapurung” ungkap salah seorang pengunjung Irham, Rabu malam 17 Agustus.

Sajian panganan tradisional ini sendiri bagian dari lomba kreasi makanan tradisional non beras antar SKPD, dan baru bisa dinikmati oleh masyarakat pasca dilakukan penilaian. Kategori penilaian diantaranya inovasi dan jumlah jenis makanan yang disajikan.(joni) Pasangkayu dengan menyajikan makanan tradisional secara gratis untuk masyarakat umum.

Ada beberapa jenis panganan tradisional yang disajikan di stand-stand SKPD, seperti jepa, ubi rebus, pisang rebus, ikan bakar, ikan masak khas mandar, kue-kue berbahan dasar ubi, dan beberapa jenis panganan lainnya.

Sajian makanan tradisional yang cukup menggugah selera makan tersebut sontak diserbu oleh para pengunjung yang hadir, tak ayal dalam sekejap sajian itupun ludes, bahkan bupati Matra dan rombongan yang berkesempatan mencicipi semua jenis makan di stand-stand SKPD tersebut, hanya kebagian sisanya saja.

Acara ini nampak cukup menghibur masyarakat yang hadir, sebab selain mendapat makanan gratis, masyarakat juga disajikan tampilan musik tradisional, dari kelompok-kelompok seni sekolah, maupun dari profesional.

” Makanannya enak-enak pak, saya sengaja tidak makan malam karena tau disini ada makanan gratis, saya paling suka masakan ikan dengan pisang rebus, dan kapurung” ungkap salah seorang pengunjung Irham, Rabu malam 17 Agustus.

Sajian panganan tradisional ini sendiri bagian dari lomba kreasi makanan tradisional non beras antar SKPD, dan baru bisa dinikmati oleh masyarakat pasca dilakukan penilaian. Kategori penilaian diantaranya inovasi dan jumlah jenis makanan yang disajikan.(joni)

n Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Matra bekerjasama Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Matra menggelar dialog dan sosialisasi anti narkoba, disalah satu kedai di Pasangkayu, Senin 15 Agustus.

Kegiatan ini untuk memperkuat gerakan anti narkoba disemua level masyarakat. Hadir dalam kesempatan ini perwakilan BNK Matra Irfan Rusli Sadek, perwakilan Polres Matra, dan Ketua KNPI Matra Yusri M Nur.

Ketua BKPRMI Matra Mursyid mengatakan bahwa kegiatan tersebut sebagai upaya pelibatan masyarakat dalam pemberantasan narkoba, sebab menurut dia kejahatan narkoba adalah kejahatan luar biasa yang perlu dihadapi secara bersama.

” Saya pikir ini adalah langkah kami sebagai pemuda menyambut hari kemerdekaan Indonesia, untuk membebaskan negara terkhusus Matra dari pengaruh narkoba. Nah pemberantasan narkoba menurut saya tidak bisa dilakukan sendiri tapi butuh komitmen semua pihak” terangnya.

Kata dia, pemberantasan narkoba di Matra perlu disikapi secara serius terutama untuk para pemangku kebijakan. Seharusnya sambung dia pemkab Matra dan pihak-pihak terkait membentuk tim asesment terpadu untuk menangani kejahatan obat haram ini.Selain itu, pemkab juga perlu membangun panti rehabilitasi, sebagai tempat pembinaan dan peyembuhan para pecandu narkoba. Tidak hanya ditindak secara hukum tanpa ada upaya penyembuhan.

” Matra ini sudah sangat parah, sampai anak sekolah dasar pun sudah mulai mencoba-coba. Jadi menurut saya langkah yang diambil bukan hanya kenghukum tapi juga upaya penyembuhan” tambahnya.(joni)Rayakan Malam Ramah Tamah HUT RI ke 71. Pemkab Matra Sajikan Makan Gratis.

Pasangkayu – Setelah upacara pengibaran sang merah putih, rangkaian peringatan HUT RI ke 71 masih berlanjut. Kali ini pemkab Matra menggelar malam ramah tamah di alun-alun kota Pasangkayu dengan menyajikan makanan tradisional secara gratis untuk masyarakat umum.

Ada beberapa jenis panganan tradisional yang disajikan di stand-stand SKPD, seperti jepa, ubi rebus, pisang rebus, ikan bakar, ikan masak khas mandar, kue-kue berbahan dasar ubi, dan beberapa jenis panganan lainnya.

Sajian makanan tradisional yang cukup menggugah selera makan tersebut sontak diserbu oleh para pengunjung yang hadir, tak ayal dalam sekejap sajian itupun ludes, bahkan bupati Matra dan rombongan yang berkesempatan mencicipi semua jenis makan di stand-stand SKPD tersebut, hanya kebagian sisanya saja.

Acara ini nampak cukup menghibur masyarakat yang hadir, sebab selain mendapat makanan gratis, masyarakat juga disajikan tampilan musik tradisional, dari kelompok-kelompok seni sekolah, maupun dari profesional.

” Makanannya enak-enak pak, saya sengaja tidak makan malam karena tau disini ada makanan gratis, saya paling suka masakan ikan dengan pisang rebus, dan kapurung” ungkap salah seorang pengunjung Irham, Rabu malam 17 Agustus.
Rayakan Malam Ramah Tamah HUT RI ke 71. Pemkab Matra Sajikan Makan Gratis.

Pasangkayu – Setelah upacara pengibaran sang merah putih, rangkaian peringatan HUT RI ke 71 masih berlanjut. Kali ini pemkab Matra menggelar malam ramah tamah di alun-alun kota Pasangkayu dengan menyajikan makanan tradisional secara gratis untuk masyarakat umum.

Ada beberapa jenis panganan tradisional yang disajikan di stand-stand SKPD, seperti jepa, ubi rebus, pisang rebus, ikan bakar, ikan masak khas mandar, kue-kue berbahan dasar ubi, dan beberapa jenis panganan lainnya.

Sajian makanan tradisional yang cukup menggugah selera makan tersebut sontak diserbu oleh para pengunjung yang hadir, tak ayal dalam sekejap sajian itupun ludes, bahkan bupati Matra dan rombongan yang berkesempatan mencicipi semua jenis makan di stand-stand SKPD tersebut, hanya kebagian sisanya saja.

Acara ini nampak cukup menghibur masyarakat yang hadir, sebab selain mendapat makanan gratis, masyarakat juga disajikan tampilan musik tradisional, dari kelompok-kelompok seni sekolah, maupun dari profesional.

” Makanannya enak-enak pak, saya sengaja tidak makan malam karena tau disini ada makanan gratis, saya paling suka masakan ikan dengan pisang rebus, dan kapurung” ungkap salah seorang pengunjung Irham, Rabu malam 17 Agustus.

Sajian panganan tradisional ini sendiri bagian dari lomba kreasi makanan tradisional non beras antar SKPD, dan baru bisa dinikmati oleh masyarakat pasca dilakukan penilaian. Kategori penilaian diantaranya inovasi dan jumlah jenis makanan yang disajikan.(smd/joni)

Berita Terkait: