Pengcab PMII Mamuju Gelar Dialog Pencegahan Tipikor

BANNIQ.COM.Mamuju – Pengurus Cabang(Pengcab)  Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Mamuju,
Menggelar Dialog Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dalam rangka bela negara, Sabtu (22/12/18) malam di Warkop 11, Jl. Pattalunru Mamuju.

Dialog bertema “Berantas Korupsi, Selamatkan Bangsa” ini menghadirkan narasumber, di antaranya Kepala Sub Bagian Keuangan BPKP Sulbar Harri Mustari, Kasubdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Sulbar AKBP H. Musa dan Kasubag Pembinaan Kejari Mamuju Nur Alim Rachim.

Ketua PMII Cabang Mamuju, Muh. Rusdi Nurhadi dalam sambutannya menegaskan, kegiatan ini lahir dari ide dan pemikiran intelektual, setelah melihat sekelemuit persoalan bangsa dan Daerah, khususnya yang berkaitan dengan persoalan Korupsi.

“Ini harus jadi perhatian kita semua. Banyak kalangan pejabat yang sudah terjerat kasus pidana korupsi baik di kancah nasional maupun di daerah kita tercinta. Pertanyaannya apakah korupsi ini disengaja oleh oknum yang dari awalnya bermental korup ataukah sistem regulasi yang bisa menjerat siapapun. Maka dari itu dialog ini di gelar, berkaitan dengan pemberian pemahaman pencegahan dan pemberantasan korupsi,” kata Rusdi.

Menurutnya, korupsi merupakan Kejahatan  ekstra Ordinary Crime atau kejahatan luar biasa, sangat berbahaya untuk kondisi bangsa. Sehingga, generasi harus belajar dan memahami dengan baik terkait upaya pencegahan dan pemberantasan prilaku amoral tersebut.

“Kegiatan ini kita harapkan agar para narasumber dapat memberi kami pemahaman tentang persepsi persoalan penegakan hukum dan agar kami tak salah dalam melihat setiap proses hukum kasus korupsi ini,” jelasnya.

Saat sesi tanya jawab dalam dialog tersebut, sebanyak 10 mahasiswa dan perwakilan OKP serta LSM mendapat kesempatan untuk bertanya dan menyampaikan pendapat. Rata-rata mereka menyorot kinerja aparat penegak hukum terhadap sejumlah kasus korupsi yang mengendap dan tidak mendapatkan hasil.

Misalnya seperti kelanjutan kasus pasar campalgian, kasus PT ISCO dan Kepala Desa di Polman, lalu kasus Alat Peraga Kampanye (APK) di KPU Sulbar, kasus utang piutang di Pemkab Mamuju dan sejumlah kasus lainnya.

“Yang pasti, dari Mamuju mari kita komitmen memberantas korupsu, kita mengawasi jalannya pembangunan. Dan sebagai generasi, ini pembelajaran luar biasa agar kita ke depan bisa menjadi generasi yang komitmen menjauhi prilaku korup,” ujar Rusdi.|rls°smd.

Berita Terkait: