Pengelolaan Data Dana Terpencil Di Matra diduga Sarat Kepentingan

 

14045378_676644869150641_981364606_o(2)
Banniq.com.Pasangkayu –
Pengelolahan Dana Terpencil (Dacil) untuk sekolah Рsekolah terpencil di Kabupaten Mamuju Utara (Matra) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) dinilai sejumlah pihak tidak objektif dan sarat kepentingan. Tunjangan bagi guru yang mengajar di sekolah terpencil seharusnya menerimah gaji tunjangan tersebut sesuai keputusan  pemerintah yang telah mendata sekolah Рsekolah terpencil, namun pada kenyataannya beberapa sekolah yang masuk dalam kategori terpencil justeru tidak mendapatakan tunjangan, sehingga pertanyaan besar muncul dikalangan guru.

Seperti yang diutarakan oleh Kepsek SMP satap Tosonde kecamatan Bamalamotu Hafid, S.Pd. Beberapa waktu lalau, Dia(red) mengaku sangat kecewa dengan manajemen kepengelolaan Dana Terpencil di Dinas Pendidikan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Mamuju Utara (Matra) yang dianggap sarat kepentingan dan dinilai tidak obyektif dalam pengusulan data ke pusat. Dia menjelaskan, sejak sekolah SMP ini berdiri sejak tahun 2011, baru satu kali mendapatkan Tunjangan Dacil pada tahun 2013 silam.

“padahal status sekolah ini belum dicabut SKnya sebagai Sekolah terpencil sementara ada juga guru yang setiap tahun mendapatkan tunjangan (Dacil) tersebut, ” Saya menduga bahwa pasti ada permainan di tingkat pengelolaan data dana terpencil dan itu pasti ada kepentingan oknum di dalamnya” ungkap hafid.

Dia juga menyarakan agar pengelolaan (Dacil di Didikpora Matra) ditangani oleh seksi PMTK Diknas di reformasi kembali. “Karena kita butuh orang – orang yang profesional dan punya rasa

tanggung jawab dan juga berlaku adil. Jangan karena faktor kedekatan dan adanya komitmen sehingga rasa keadilan itu hilang. ” saya juga siapji komitmen, asal jangan berlebihan mintanya ” tegas. (Smd/joni)

Berita Terkait: