Penyelesaian Masalah Tambang Galian C di Sungai Mora, Dinas ESDM Nyatakan Sudah Bekerja Profesional

BANNIQ.COM.Sulbar. Kisruh pengelolaan Tambang di Sungai Mora, yang sampai saat ini, masih belum menemui titik penyelesaian, meskipun telah dimediasi oleh Polda Sulbar, di tengah proses penyelesaian tersebut, mencuat persoalan baru, dimana salah satu Pemohon Izin eksplorasi,AA dilaporkan Mantan PLT Kepala Desa Karossa, karena dugaan pemalsuan tanda tangan yabg dilakukan AA.

Diberitakan sebelumnya oleh laman ini, Dinas ESDM Sulbar dinilai tidak Profesional dalam menyelesaikan masalah pengelolaan Tambang di Sungai Mora Karossa, menyusul adanya   dugaan tindak pidana pemalsuan Tanda tangan.

Terkait hal ini, Staf Penguasaan Tambang Dinas ESDM Sulbar, Jamaluddin, via WA Rabu(2/5/2018) mengatakan, terkait  laporan kaharuddin selaku kepala Desa Karossa Jamal mempertanyakankenapa baru sekarang dilaporkan.” kenapa tidak dikomunikasikan pada saya selalu  Tim Teknis Dinas ESDM Sulbar bersama dengan pihak Pemkab Mateng melakukan kunjungan lapangan pada tanggal 20 september 2017, padahal beliau juga (kaharuddin) dan Andi Aminuddin ikut hadir di lokasi sungai mora pada saat kunjungan lapangan,” Ujarnya.

Jamal juga  sempat melakukan konfirmasi terkait dukungan desa ke beliau pada saat itu dan beliau sambung Jamal,  membenarkan kalau semua didukung mulai dari Desa sampai instansi terkait tingkat kabupaten mateng dan ini jugs sesuai dengan dokumen administrasi ketiga pemohon yang sudah diajukan kepada Dinas PTSP dan ESDM Sulawesi Barat pada saat mengajukan permohonan

” Kami berharap agar  jangan memperkeruh masalah disaat akan ada upaya penyelesaian yang dilakukan secara persuasif dengan mempertimbangkan keinginan Pemkab Mateng agar ketiga pmohon IUP di sungai mora bisa mendapatkan izin WIUP, dan  tidak dikelola secara monopoli,”Tandasnya.

Dia juga berharap kebesaran hati  dari pihak CV.Rafli untuk dapat melakukan penciutan karena ini bagian dari upaya  terbaik yang dilakukan oleh Pemerintah, dan sudah sesuai aturan. Juga kata Jamal, demi kenyamanan dalam menambang dan kondusifitas keamanan wilayah mateng scara umum dan khususnya wilayah karossa.

” Jadi kami Dinas ESDM sudah melakukan proses penerbitan Izin secara profesional dan sesuai aturan..justru karena adanya kondisi Wilayah IUP yang tumpang tindih maka sampai hari ini IUP Operasi Produksi pihak CV.Rafli dan persetujuan WIUP CV.Bumi Indah Lestari dan A.Aminuddin belum dapat diproses,” Ujarnya lagi.

Namun upaya ke arah itu masih kata Jamal,  telah dilakukan dan pihaknya berharap   kerjasama yang baik dari pihak CV.Rafli untuk bisa mengikuti harapan dan keinginan Pemerintah supaya secepat  IUP di sungai Mora bisa terbit dsn masalah tidak berlarut-larut(smd)

Berita Terkait: