Perusahaan Aplikasi Transfortasi Online Grab, Rambah Mamuju

Banniq.Com.Sulbar. Perusahaan penyedia aplikasi transportasi online(Grab) melakukan ekspansi ke Mamuju  Ibukota Provinsi Sulbar.
Persiapan akan  beropwrasinya Grab di Mamuju Sulbar dibahas dalam rapat persiapan Launching Grab di Mamuju Sulbar, Rabu(14/2/2018) di ruang rapat Dishub Sulbar dihadiri oleh Kadishub Sulbar,Drs.H.Khaeruddin Anas, Wadir Lantas Polda Sulbar, AKBP Yung Ferry Djhon, Direktur SDM BUMD Sulbar,Drs.Ec. Syukur Dallu, Ketua Organda Mamuju Komari, Kabid Hubda Dishub Sulbar S. Ahmad Alqadri dan perwakilan Grab Jakarta,Firman.
Pada sambutannya Kadishub sulbar Drs.Khaeruddin Anas, menyambut baik pihak Grab untuk beroperasi di Mamuju, sepanjang operasi tersebut tidak melanggar peraturan perundang-undangan yang berlaku.” Kami menyambut positif rencana pengembangan Grab di Mamuju, sepanjang tidak bertentangan dengan aturan perundang-undangan yang berlaku, Ujar Khaeruddin.
Di tempat yang sama, Wadirlantas Polda Sulbar AKBP Yung Ferry Djhon juga menyambut baik rencana pihak Grab untuk melakukan operasi di Mamuju Sulbar, karena dengan beroperasinya Grab ini dapat menciptakan lapangan kerja baru dan bentuk pengembanfan moda transportasi., yang penting sesuai Rambu-rambu hukum yang ada.” Kami pihak kepolisian mendukung kehadiran Grab di Mamuju karena ini dapat mencipatakan lapangan  kerja baru dam salah satu bentuk pengembangan moda transfortasi, namun yang perlu diperhatikan ketentuan dan aturan yang berlaku perlu dipedomani sehingga tidak menimbulkan masalah,” Terang Mantan Kapolres Tulung Agung ini.
Sementara itu, Pihak Grab pusat  Jakarta, Firman menyampaikan bahwa sejak ada rencana pengembangan Grab di Mamuju pihaknya berkordinasi ke Pak Khaeruddin selaku Kepala Dinas dan beliau pak Khaeruddin menyambut baik rencana tersebut dan menyarankan untuk memperhatikan aturan-aturan yang mengatur tentang Grab tersebut.”Kami telah bekordinasi dengan bapak Khaeruddin selaku Kadis perhubungan, dan beliau telah memberi saran dan pertimbangan terkait aturan mengatur operasi Grab seperti PP 108 untuk kelancaran operasional Grab di Mamuju,” Ungkap Firman.
Terpisah Danramil Mamuju  Kapten Inf.Wahyuddin menyesalkan pihak Dinas Perhubungan dan Grab yang tidak melibatkan Pihak TNI dalam rapat persiapan peluncuran Grab tersebut, bagaimanapun kata Kapten Inf.Wahyuddin TNI  perlu dilibatkan sebagai bagian  dari  tanggung jawab untuk meminimalisir masalah yang dapat ditimbul seperti di daerah lain.” Semestinya pihak TNI dalam hal ini pihak Rayon Militer mamuju sebagai wilayah operasi, agar bersama-sama menjaga dan mengawal pengoperasian Grab di Mamuuju terutama untuk mencegah timbulnya masalah seperti daerah lain,” Pungkas Mantan Dan Ramil Tappalang ini.(smd)

Berita Terkait: