Pesan Mantan Ketua KPPU Atas Pelantikan Komisioner KPPU Baru, Hari Ini

Mantan Ketua KPPU Dr.Syarkawi Rauf, Saat berada di Istana Negara bersama Presiden Joko Widodo semasa masih menjadi Komisioner KPPU(photo: repro)

BANNIQ.COM.Jakarta. Komisioner baru,  Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) Pada Hari ini, Rabu, Jam 14.00, tanggal 2 Mei 2018 akan dilantik  Oleh Bapak Presiden RI, Joko Widodo.

Pelantikan Komisiner KPPU hari ini, merupakan pelantikan untuk pertama kalinya sejak KPPU berdiri 18 tahun yang Lalu.

Mantan Ketua KPPU , Syarkawi Rauf menjelaskan pada Laman ini, Via WA, Rabu(2/4/2018) menjelaskan bahwa dilantiknya Komisioner Baru KPPU hari ini yang merupakan pelantikan pertama kali oleh Presiden, sejak berdirinya,   menunjukkan bahwa KPPU RI semakin mendapat tempat Dalam konteks pengambilan kebijakan Ekonomi Nasional untuk mewujudkan persaingan sehat untuk kesejahteraan Rakyat.

“Pelantikan ini juga sekaligus mengakhiri masa Pengabdian Saya di KPPU sebagai komisioner dan ketua KPPU RI 2012-2018.,” Ujar Akedemisi Fakultas Ekonomi UNHAS ini.

Selama periodenya, Sebut Syarkawi  kelompok Isu besar yang menjadi fokus Selama periode kepemimpinannya yaitu: Pertama, Isu yang bersifat Laten dan periodik di komoditas pangan, pendidikan, kesehatan, energi, telekomunikasi, logistik, keuangan dan perbankan, serta sektor-sektor yang secara alamiah dikuasai Oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau swasta. Kedua, Current issues, yaitu Isu-Isu terkini yang sangat strategis Dalam kaitannya dengan Ekonomi Digital, seperti e-commerce, e-payment, pemanfaatan big data, angkutan berbasis aplikasi online, dan lainnya. Saya berharap agar komisioner KPPU yang Baru tetap menjadikan sektor-sektor di atas sebagai prioritas.

Sementara Peran Aktif KPPU Secara internasional juga sangat diperlukan Dalam konteks ASEAN, Asia Timur, Internasional Competition Network (ICN) organisasi persaingan global, United Nation Conference On Trade and Development (UNCTAD), dan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), dan East Asia Top Level Meeting (EATOP). Khusus untuk EATOP, KPPU berperan sebagai inisiator atau pendiri bersama-Sama dengan Jepang 10 tahun lalu. Dalam hampir semua organisasi tersebut di Atas.

” KPPU selalu ber Peran Aktif untuk mendorong Pengembangan persaingan di berbagai negara di Dunia, seperti di OECD dimana KPPU sebagai Official observer yang setiap tahun diundang Dalam forum sharing session menyampaikan kisah sukses pelaksanaan kebijakan dan hukum persaingan di Indonesia.,” Imbuhnya.

Untuk issu- issu kebojakan hukum.persaingan, KPPU juga sambung Syarkawi, selalu menjadi bagian yang memimpin sidang-sidang OECD untuk Isu-Isu kebijakan dan Hukum persaingan.

Dalam konteks Asean, masih kats dia, KPPU selama ini memposisikan dan diposisikan sebagai “Guru” Dalam bidang persaingan. Banyak staf otoritas persaingan negara lainnya yang datang ke KPPU untuk menimbah Ilmu persaingan dengan cara menempatkan stafnya di KPPU Dalam hitungan bulan hingga tahun.

“Selain itu, KPPU juga telah menjadi inisiator Pembentukan Jaringan Pengajar dan peneliti persaingan di Asia Timur. Inisiatif ini digulirkan di Bali, tahun 2017, Pada saat KPPU menjadi Tuan rumah pertemuan EATOP. Langkah ini dimaksudkan untuk menjadikan Indonesia sebagai knowledge hub untuk isu-Isu persaingan di Asia Timur dan ASEAN,” Tambahnya.

Isu lain yang juga sangat strategis bagi perekonomian Indonesia, kata Doktor Ekonomi ini,  adalah agenda amandemen UU 5 tahun 1999 tentang larangan praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat dengan Lima Isu krusial, yaitu: (1) Penguatan kelembagaan KPPU sehingga Sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (2) Menggeser regim merger dari post merger yang membebani pelaku usaha menjadi pre merger notification yang sejalan praktek internasional terbaik. (3) Perubahan formula denda persaingan menjadi setinggi-tingginya 30 persen dari penjualan barang dimana pelaku usaha melakukan pelanggaran. (4) Mengadopsi program liniensi atau whistleblower dengan memberi keringanan hukuman bagi pelaku usaha yang kooperatif selama periode pemeriksaan. (5) Memperluas kewenangan KPPU sehingga menjangkau pelaku usaha di negara lain tetapi memiliki kegiatan bisnis di Indoensia.

Untuk ke depan, masih Kata Putra Mandar kelahiran 1974 ini, KPPU ke depan tetap harus menyeimbangkan antara pencegahan dengan penegakan hukum yang kuat. Prinsipnya, mencegah terjadinya pelanggaran jauh lebih baik dibanding menghukum tanpa mengabaikan tindakan Hukum bagi mereka yang melanggar Hukum.

” Sehubungan dengan berakhirnya masa jabatan Saya, izinkan Saya menyampaikan ucapan Terima kasih yang tak terhingga kepada sahabat-sahabat  Saya para jurnalis Atas dukungan nya selama ini Dalam posisi Saya sebagai ketua KPPU RI, Sahabat-sahabat  Saya para jurnalis yang Aktif memberitakan berita-berita persaingan membuat KPPU menjadi institusi yang dikenal publik dan kehadirannya semakin dirasakan Oleh seluruh lapisan masyarakat,” Tandasnya.

Lebih jauh Putra dari Orang tua yang berprofesi sebagai guru ini, berharap  kepada sahabat media yang senantiasa menjadi mitra strategis KPPU Dalam mendorong iklim persaingan Usaha sehat di Indonesia.”  Semoga Kerja Sama yang berjalan kurang lebih 6 tahun terakhir Terus berlanjut di Wilayah Pengabdian lainnya,” Harapnya.

Mash Syarkawi, posisinya  sebagai ekonom, selanjutnya dirinya  akan menjadi analis ekonomi dalam kaitannya dengan Isu Ekonomi dan Hukum persaingan, Isu pangan, Moneter, perbankan, pertumbuhan Ekonomi, kemiskinan, ketimpangan, dan lainnya.(smd)

 

Berita Terkait: