Pesan Relegi Kapolda di Muswil LDII Sulbar

BANNIQ.COM.Sulbar. -Muswil Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Sulbar Tahun 2018, yang berlangsung hari ini,Rabu(9/5/2018) di ruang serbaguna Rujab Gubernur Sulbar.

Kapolda Sulbar, Brigjen Pol Drs. Baharudin Djafar menjadi salah satu pemateri dalam kegiatan Muswul tersebut.

Lembaga Dakwah Islam Indonesia atau yang disingkat LDII ini, merupakan organisasi dakwah kemasyarakatan di nusantara.

Selain itu, lembaga ini juga turut serta dalam pembangunan manusia Indonesia seutuhnya yang dilandasi oleh keimanan dan ketakwaan kepada tuhan yang haha esa guna terwujudnya masyarakat madani yang demokratis dan berkeadilan sosial berdasarkan Pancasila, yang diridhoi Allah Subhanahu Wataalah.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan tersebut diawali dengan pemukalan Gong dan dilanjutkan sambutan Ketua MUI prov. Sulbar.

Ketua Mui DR. KH. Nur Husain dalam sambutannya, mengharapkan kegiatan musyawarah ini dapat mewujudkan rumusan-rumusan konkrik dalam mendukung perkembangan bangsa yang madani serta memperkuat pendidikan yang berkarakter.

Sementara itu, Kapolda Sulbar dalam meterinya mengatakan musyawarah itu menyatukan hati jadi langkah ini sudah sangat tepat untuk membangun umat yang lebih madani dalam menguatkan pendidikan berkarakter yang malaqbi, profesional religius dalam bingkai NKRI sesuai dengan tema musyawarah yang diangkat kali ini.

” Dalam diri manusia ada 2 unsur utama yaitu jiwa dan raga yang harus diberi asupan seimbang. Bahkan yang perlu diprioritaskan adalah jiwa yang semestinya di perkokoh dengan nilai-nilai agama,” Ujar Jendral Bintang satu ini.

Lanjut dikatakan, tidak ada yang kebetalan dudunia ini, hanya saja cara kita menyikapi dengan bijak dan benar dan itu tidak akan terwujud jika tidak ada iman dalam diri kita.

Dakwa itu, mengajak kepada yang hak bukan mendekatkan kepada sesama, selain itu pendakwa semestinya menjadi contoh bukan hanya pandai berbicara saja .

Pasalnya tantangan dakwa itu begitu banyak, untuk itu sifat-sifat dai harus kita pahami dengan baik.

Ada 13 sifat dai yang dipaparkan oleh Kapolda Sulbar yang semestinya harus tertanam dalam diri seorang dai diantaranya adalah Istiqomah, sabar dan Ikhlas.

Agama hanya akan baik jika semua muslim sama-sama memperjuangkannya dengan maksimal caranya yaitu belajar kepada orang-orang yang berkompoten dalam hal ini para ulama.

“Ketauladanan itu jauh lebih baik dari seribu nasehat yang disampaikan”, Tandasnya.

Lain halnya dengan materi yang disampaikan oleh Kakanwil Provinsi, pihaknya memaparkan materi terkait strategi program keagamaan dalam merajut kerukunan umat pada bingkai NKRI.

Sementara itu, perwakilan danrem 142 tatag pada materinya membawakan materi tentang bela negara dalam sistem pertahanan negara.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kemenag Provinsi Sulbar, Ketua MUI Provinsi, Dir Binmas Polda Sulbar, yang mewakili Danrem 142 Tatag dan seluruh peserta musyawarah yang sempat hadir.

Usai pemaparan materi, musyawarah wilayah ini juga dirangkaikan dengan Dialog dan tanya jawab terkait solusi pengutan pendidikan yang berkarakter malaqbi dan profesional melalui peran agama dalam membangun bingkai NKRI(rls/s)

Berita Terkait: