Polda Sulbar Agendakan Pembentukan Satgas Anti Narkoba Di Desa

Banniq.Com.Sulbar

Tekad  Jajaran Polda Sulbar dalam upaya  Pencegahan dan Penindakan terhadap Para pelaku Tindak Pidana Penyalahgunaan Narkoba di Sulbar sebagai daerah yang rawan peredaran Narkoba,tak pernah surut. Upaya polda tersebut tidak hanya dilakukan oleh internal Polda melain melibatkan stakeholder sebagai bagian dari upaya untuk menekan peredaran Narkoba di Sulbar. Salah satu mitra Polda untuk upaya tersebut adalah para pekerja Media.Wujud dari kemitraan tersebut, terealisasi melalui Dialog lepas yang dirangkaikan dengan Dinner Bersama Direktorat Satuan Narkoba Polda Sulbar dengan Pekerja Media di Rumah Makan Pondok Bambu Karema Mamuju,Rabu malam( 25/10/2017).

Kegiatan tersebut dihadiri Dirnarkoba Polda Sulbar AKBP Muh.Anwar  beserta  Kabid Humas AKBP Hj.Mashura Mappeare dan Jajaran perwira Polda Sulbar bersama Puluhan wartwan Cetak,Elektronik dan Online. AKBP Muh.Anwar menjelaskan bahwa sesuai data Sulbar merupakan daerah yang rawan peredaran narkoba, Meskipun bukan sebagai daerah tempat Bandar Narkoba namun tetap diantisipasi secara Maksimal.” Sebelum saya ditugaskan ke Sukbar ini sebulan lalu, saya telah mengetahui bahwa daerah kita ini adalah salah satu daerah yang dikenal sebagai daerah yang rawan narkoba, meskipun hanya sebagai daerah peredaran namun kuta perlu mengantisipasinya secara maksimal,” Ujar mantan Kapolres di salah satu daerah di Jawa Tengah ini.

Muh.Anwar, menambahkan bahwa salah satu yang turut memprihatinkan juga adalah masih maraknya peredaran obat-obat yang sifatnya seperti Narkoba dan  dikomsumsi kalangan remaja seperti  , Bojek, PCC  parmadol, komiks yang dicampur Kratingdaeng. ” ini juga salah satu kerawanan kita khususnya di kalangan siswa,” Imbuhnya.

Untuk mencegah dan mengantisipasi hal tersebut, ia dan jajarannya ingin mendesain satu program pencegahan dan penanggulangan peredaran Narkoba secara menyeluruh hingga ke desa melalui Dargas Narkoba.” Karena kami sadar bahwa masalah Narkoba bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, namun tanggung jawab seluruh komponen masyarakat, maka kami akan mendesain satu program pembentukan Satgas Anti Narkoba hingga ke pelosok desa,” Terang Perwira Polisi asal Madura ini.

Anggota Satgas itu sendiri nantinya sebut AKBP Muh Anwar akan direkrut dsri orang atau pemuda di desa setempat yang berfungsi sebagai pemberi informasi atas dugaan adanya dugaan penyalahgunaan Narkoba di suatu daerah.” Kita ingin Satgas ini nantinya menjadi pemberi informasi ke pihak kepolisian tentang dugaan adanya penyalahgunaan narkoba di suatu tempat, anggota Satgasnya nanti akan direkrut dari orang atau pemuda desa itu sendiri,” Kuncinya.

Merespon Gagasan tersebut, Wartawan Radio Banua Malaqbiq Ashari Rauf, mengatakan gagasan tersebut sangat tepat sebagai salah satu bagian pencegahan peredaran Narkoba di Sulbar, namun perlu dikolaborasi dengan sosialisasi pencegahan yang melibatkan tokoh Agama.” Kami dukung gagasan ini dan semoga dapat terealisasi, dan untuk lebih maksimalnya kami sarankan untuk melibatkan tokoh agama disetiap desa untuk mengsosialisasikan bahaya dari narkoba, seperti kalau islam setiap shalat jumat dapat selalu disampaikan oleh pengurus Masjid,” Tandasnya( smd)

 

Berita Terkait: