PPNI Berharap Pemprov dan Pemkab se Sulbar Bersinergi untuk Merespon Aspirasi Perawat Honorer

BANNIQ.COM.Sulbar. Upaya perawat honorer Sulbar untuk memperjuangkan peningkatan kesejahteraan dan kepedulian pemerintah akan status mereka untuk dapat diangkat jadi ASN, kembali meminta dialog    Anggota DPRD Sulbar.”  Alhamdulillah, hari ini ( Rabu,9/5/2018) surat untuk permintaan audensi dengan  komisi IV DPRD Sulbar,  sudah masuk, ini masih  bagian dari dialog Suara Perawat yang diadakan di Hotel maleo tanggal 20 April dengan Tema, mengawal Aksi 163 untuk mempertegas arah dan Komitmen perjuangan.,” Terang Wakil Ketua Persatuan Perawat Masjonal Indonesia (PPNI) Mamuju, Arman,via WA,Rabu(9/5/2018)

Dikatakan Arman, salah satu item yabg selama ini menjadi issu dalam gerakan perjuangan perawat Honorer, adalah persoalan kesejahteraan atau Persoalan upah perawat hari ini adalah persoalan semua kabupaten yang ada disulbar, bahkan ini menjadi persoalan Nasional.

” Pada tahun 2017, perawat non ASN terdata di enam kabupaten sesulawesi barat 2800 orang yang kita tuntut adalah UMP atau UMK, kalau dirata ratakan Rp 2.000.000/ orang artinya kita butuh 67.200.000.000, Atau kalau dirata ratakan 1.000.000 / orang maka dibutuhkan 33.600.000.000/ tahun.,” Paparnya.

Guna menguatkan hal tersebut, sambung Arman tentu dibutuhkan Regulasi ,juga  sinergitas dari semua Elemen, Pemprov dan semua Kabupaten harus bisa duduk bersama, Inilah yang kami upayakan. selama ini.” Kita ingin ada sinergitas dari semua elemen yang terkait dengan masalah ini baik di Pemprov maupun Pemkab, kita ingin semua elemen ini dapat duduk bersama untuk membicarakan hal ini terutama yangvterkait regulasi untuk menguatkan kebijakan standar upah bila usulan kami disetujui,” Pungkasnya.(smd)

Berita Terkait: