Produksi Beras di Majene Masih Perlu Ditingkatkan

Banniq.com, Majene – Swasembada beras tampaknya masih perlu ditingkatkan. Hingga tahun 2018 ini, hasil beras lokal Kabupaten Majene masih belum mampu mencukupi kebutuhan warganya.

Data Dinas Pertanian Peternakan dan Perkebunan (Distanakbun) Majene, menyebut kekurangan beras Majene masih sekira 6.726 ton per tahunnya.

Kepala Distanakbun Majene, Burhan Usman mengungkapkan, hasil itu berdasarkan kalkulasi antara jumlah produksi beras per tahun dan kebutuhan warga per tahun.

Katanya, kebutuhan beras satu orang per tahun sekitar 120 kilogram, jika dikalikan dengan jumlah penduduk Majene yang berjumlah sekira 160 ribuan, maka kebutuhan beras akan menjadi 19.200 ton.

Sementara luas lahan persawahan di Majene hanya sekira1.620 hektare, jumlah itu hanya mampu menghasilkan 22.680 ton per tahun dua kali panen. Setelah melalui proses penggilingan akan menghasilkan 12.474 ton beras murni berkurang 45 persen setelah melalui proses itu.

“Rata-rata sawah di Majene memproduksi 7 ton gabah per hektare, jika dikali luas sawah 1.620 hektare, akan menjadi 22.680 ton, dan yang menjadi beras sebanyak 12.474 ton,” Burhanuddin menyebutkan.

Sehingga, kata Burhan, tidak ada jalan lain kecuali melakukan impor lokal, baik dari Kabupaten Polewali Mandar maupun dari Provinsi Sulawesi Selatan.

“Seperti Kabupaten Polman, Pinrang dan Sidrap,” ungkapnya.

Dengan kondisi itu, ia berharap pemerintah pusat terus membantu Pemkab Majene dalam pembuatan lahan sawah baru demi tercapainya Majene swasembada beras.

“Kan belakangan ada bantuan pusat berupa percetakan sawah baru. Karena itu kami harap itu tetap berlanjut,” pungkasnya.

Untuk diketahui Pemerintah kabupaten Majene tahun ini telah berupaya menanam padi gogo sekira 5600 hektare.

Program itu merupakan Upaya Khusus (Upsus) yang dicanangkan Kementrian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia di Kabupaten Majene.

Beberapa daerah di Majene yang akan di tanami padi tersebut diantaranya kecamatan Malunda, Ulumanda, Tubo Sendana dan Tammero’do,” nanti kita upayakan terus, kita harus optimis bisa penuhi itu,” kata Burhan Usman menegaskan.

Pihak Distanakbun saat ini juga terus berupaya menerbitkan Calon Petani (CP) dan Calon Lahan (CL) di beberapa daerah demi memenuhi target itu.

“Semoga teman – teman di lapangan bisa secepatnya melakukan CP CL supaya kita bisa secepatnya bergerak,” dia menandaskan.(cha/s)

Berita Terkait: