Protes Bupati Lutra Terkait Masuknya Beberapa Desa Dalam Wilayah Taman Nasional Gandang Dewata, Tak Terkait Dengan Tapal Batas Sulsel-Sulbar Di Seko

20161028_131746

Banniq.com.Sulbar

Protes yang diajukan oleh Bupati Luwu Utara, Indah Inriyani, SE atas sinyalemen adanya 6 Desa di kecamatan Seko sebagai Perbatasan Kabupaten Luwu Utara (Sulsel) dan Mamuju( Sulbar), masuk dalam wilayah Sulbar, sebagaimana dimuat Harian lokal Sulsel, Hari ini,28/10. Menanggapi hal tersebut Karo Tata Pemerintahan melalui Kabag Pemerintahan Umum, Muh.Ikhsan,S.IP, mengaku baru mengetahui informasi tersebut dari Wartawan, Inccank sapaan Akrap Muh.Ikhsan Mustari,S.IP mengklarifikasi masalah tersebut ke Kabag Bina Kewilayahan Biro Pemerintahan Sulbar, Ardilles Saggaf, via telpon, yang turut di dengar wartwan Banniq dan Dua Wartwan Harian di Sulbar..

Ardiles menjelasakan bahwa bupati Lutra ibu Indah memprotes klaim desa tersebut berdasarkan pemetaan wilayah hutan terkait Pembukaan Taman Nasional Gandang Dewata, Namun terkait tapal batas Sulsel sulbar di wilayah itu tidak ada pengaruhnya.” Yang disoal Bu Indah terkait pembukaan Taman Nasional Gandang Dewata, Disinyalir ada Enam Desa masuk dalam wilayah pengembangan Taman Nasional tersebut itulah yang disoal Ibu Indah, Tapi tidak terkait dengan tapal batas wilayah Administrasi antara Sulsel Dan Sulbar,” Urai Ardiles.

Melanjutkan penjelasan Ardiles, Iccank mengatakan bahwa berdasarkan penjelasan tersebut, timbulnya masalah ini dipicu oleh pemetaan wilayah Pengembangan Taman Nasional Gandang Dewata itu, jadi kata iccank bukan Sulbar mencaplok deda dalam wilayah Kecamatan Seko.” Saya kira teman- teman dengar tadi penjelasan Kabag Bina Wilayah Biro Pemerintahan Sulsel, jadi bukan kita mencaplok hanya karena adanya pengembangan Taman Nasional Gandang Dewata, dan jika kemudian sebagian desa di Lutra maupun Mamuju masuk dalam wilayah pengembanfan kawasan tersebut saya kira tidak ada masalah,” Tandas Iccank.

Kemudian terkait masalah tapal batas Sulsel dan Sulbar di Wilayah tersebut Iccank juga membenarkan bahwa tapal batas tersebut sudah final dan saat ini tinggal menungga penetapan kepmen terkait tapal batas tersebut.” Tapal batas sudah final, bahkan saat ini kami tinggal menjnggu Kepmen tapal batas antara Mamuju-Lutra.., Dan Mateng Lutra,” Tandas iccank.

Secara terpisah Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sulbar, Ir.Fakhruddin  membenarkan bahwa Kementerian Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Republik Indonesia, memang telah mengembangkan taman Nasional Gandang Dewata di kawasan tersebut, berdasarkan SK Kemelhk nomor.773/Menlhk/Setjend/PLA 2/10/3016 Tentang Penetapan Fungsi Pokok kawasan suaka alam dan kawasan pelestarian alam sebagsi kawasan Hutan Taman Nasional Gandang Dewata dengan luas areal seluas 189.208.17 Hektar.” Masalah Taman Nasional Ganda Dewata kewenangan pusat, karena kewenangan pusat bisa Lintas Provinsi, Kemudian terkait Batas wilayah administrasi itu  itu urusannya Pemerintahan,” Papar Fakhruddin.

Masih kata Fakhruddin, perbedaan batas wilayah administrasi itu merupaka domain  Biro Tata pemerintahan. Kehutanan Fokus pada batas kawasan hutan, baik batas luar maupun batas fungsi. Kemudian menyoal protes yang disampaikan oleh Bupati Luwu Utara Indah Indriyani, Fakha menyarankan agar berkordinasi dengan pihak KemenLH dan Kehutanan, karena khusus untuk wilayah pengembanfan TN GD di Sulbar sudah tidak ada masalah..” Pemkab Luwu Utara dipersilahkan untuk berurusan dengan pihak Kementerian LH dan Kehutanan, karena untuk wilayah pengembangan TM GD di Sulbar sudah tidak ada masalah,” pungkasnya.(smd/dm)

 

Berita Terkait: