Proyek Jalan RE Martadinata, Ada Plang Tapi Nilai Volume Tidak Tercantum

 

BANNIQ.COM.Sulbar. – Proyek  peningkatan  jalan dan Jembatan  RE Martadinata Mamuju dinilai tak   mematuhi Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP). Bentuk ketidakpatuhan tersebut  karena  dalam papan nama proyek, tidak mencantumkan nilai volume pengerjaan.

Tentu hal tersebut menimbulkan tanda tanya, pasalnya proyek tersebut dibiayai dengan Anggaran sebesar   Rp 10.948.085.000, tetapi tidak diketahui berapa panjang  ruas jalan yang dikerjakan, dan dengan tidak dicantumkannya nilai volume tersebut terkesan  mengabaikan prindif  transparansi.m

Kewajiban memasang plang papan nama proyek tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 54 Tahun 2010 dan Perpres Nomor 70 Tahun 2012. Regulasi ini mengatur setiap pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai negara wajib memasang papan nama proyek.

Papan nama tersebut di antaranya memuat jenis kegiatan, lokasi proyek, nomor kontrak, waktu pelaksanaan proyek dan nilai kontrak serta jangka waktu atau lama pengerjaan proyek.

Tidak dicantumkannya nilai volume pada plang papan nama proyek tersebut bukan hanya bertentang dengan perpres. Tetapi juga tidak sesusai dengan semangat transparansi yang dituangkan pemerintah dalam Undang-undang No.14 Tahun 2008 tentang keterbukaan Informasi Publik.

Dikonfirmasi terkait hal ini, kabid Bina  Marga Dinas PU Sulbar, Ir.Hj.Riri Mariam Gosse, Via WA, Minggu(12/8/2018) malah menilai bahwa papan proyek tersebut  tidak ada masalah karena telah disepakati pihak kejaksaan yang tergabung dalam  tim T4PD,  saat turun bersama waktu pemeriksaan  Lapangan ( MC Nol).” Itu sudah hasil konsultasi Tim TP4D, teman-teman jaksa di TP4D juga sepakat dengan papan proyek seperti itu, sewaktu  mendampingi kami pada saat  pemeriksaan lapangan (MC Nol),” Tuturnya.

 Ia juga menilai papan proyek seperti itu sudah sangat terbuka, dan sudah sesuai dengan Perpres Baru  tentang Pengadaan Barang dan Jasa Nomor 16  tahun 2018 serta UU Nomor 2 Tahun 2017.dan menurutnya Papan proyek seperti itu  modelnya sama semua di seluruh Indonesia.” Saya kira Seluruh Indonesia model papan proyeknya  seperti ini,” Timpalnya.
 Terkait volume proyek tersebut, penjelasan disampaikan  Riri bahwa  volume ada di dalam kontrak dan di DPA volumenya 1 paket., bahkan untuk kejelasan tentang hal tersebut, Riri meminta laman ini untuk berkordinasi dengan Pengguna Anggaran, yakni Kepala Dinas dan PPTK.”  Nanti koordinasi saja dengan PA (pak kadis) dan PPTK ,”Ujarnya(smd)

Berita Terkait: