Proyek Tambatan Perahu Di Desa Kire Disorot Warga

p_20160912_163234

Banniq.com.Mamuju Tengah,-

Warga soroti proyek pembangunan tambatan perahu di desa kire, kecamatan budong-budong, kabupaten mamuju tengah (Mateng). walau pekerjaan ini telah selesai namun ketahanannya dipertanyakan, pasalnya proyek yang menelan anggaran hingga Rp 458.900.000 yang digelontorkan oleh dinas pertanian, peternakan, perikanan dan perkebunan mateng diduga dikerjakan asal asalan.

Pembangunan tambatan perahu ini diduga tidak sesuai dengan bestek, hal tersebut disampaikan Illank warga desa kire kepada media ini beberapa waktu lalu, menuturnya pekerjaan proyek dikerja tergesa-gesa dan terkesan asal-asalan. sebab pengerjaannya cepat selesai dan volume bangunan terkesan  tidak sesuai dengan jumlah anggaran proyek tegas illank.

Sementara tambatan perahu di desa kire hampir seluruhnya bermaterial kayu dan diduga kayu yang digunakan tidak sesuai dengan bestek, sehingga warga kawatir tambatan perahu ini akan cepat ambruk dikarenakan tambatan perahu ini juga terlihat rendah sehingga terkontaminasi air laut dan itu akan membuat tambatan yang dibangun dengan anggara ratusan juta ini tidak akan bertahan lama.

“pembangunan tambatan perahu ini mempunyai anggaran yang fantastis ungkap illank, diduga ini tidak sesuai bestek pak, karena selain masa pekerjaannya yang singkat juga terkesan asal – asalan karena kayu yang digunakanpun kayu yang rendah kwalitasnya dan sangat mudah lapuk. lanjut illank “boleh menggunakan kayu tapi bagian bawahnya harus di cor atau pondasi sehingga kuat dan tahan hantaman ombak dan tidak cepat rapuh. menurutnya kayu hitam yang cocok untuk jadi tiang penyangga tambatan perahu karena tahan terendam air laut.tegas Illank”.

Sementara itu letak tambatan perahu desa kire juga tidak strategis, sebab berada didalam areal pohon mangrove sehingga perahu warga yang hendak bersandar di tambatan tersebut tidak bisa karena terhalang oleh mangrove. (Smd/joni)

 

 

 

Berita Terkait: