Puluhan Mahasiswa PMII Desak Disdikpora Selesaikan Masalah Pendidikan di Mamuju

BANNIQ.COM.Mamuju– Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam  Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Mamuju Provinsi Sulbar, mendatangi Kantor Dinas Pendidikan Pe dan Olaraga Kabupaten Mamuju, di hari Pendidikan Nasional, Rabu (2/5/2018)

“Masih memperihatinkannya tatanan sistem pendidikan kita,sehingga masih ada tenaga pendidik kita itu digaji rendah belum merata dan maksimal” Ujar Anca, salah seorang demonstran dalam orasinya.

Ditambahkan anca, sekolah-sekolah yang berada dipedesaan kurang diperhatikan, khususnya diSulbar ini,sehingga masih ada saja sekolah-sekolah yang tidak layak dijadikan sarana pendidikan tapi masih difungsikan,akibat minimnya perhatian permerintah terhadap pendidikan disekolah-sekolah khsusunya yang berada diwilayah pedesaan.

Dalam unras tersebut, Demonstran menyampaikan beberapa  tuntutan antara lain,  PNS/Honorer yang ada dikota dan didesa harus merata, kritik tajam terhadap adanya Full Day School, pemerataan pembagunan sekolah didesa terpencil khususunya,mempertanyakan nasib Honorer/sukarela yang telah mengabdi selama 10 tahun agar diperhatikan secara serius.

Selain itu mereka dalam aksinya,  mendesak agar Dinas Pendidikan rutin melakukan kunjungan ke setiap sekoalah-sekolah terpencil yang ada didesa-desa, desakan terhadap kurikulum mata pelajaran sekolah untuk diperjelas dan etika dan kesopanan guru harus diperhatikan dengan serius.

Mereka juga mempertanyakan kejelasan HAM dan Perlindungan anak, anggapan mereka bahwa pendidikan makin kacau,selain itu mereka menilai keterampilan guru masih kurang merancang RPP.

Harapan besar mereka lainnya, agar pungli tidak ada lagi disekolah-sekolah seperti saat pengambilan IJASAH,segera menindak Pelaku KKN didunia pendidikan,mereka juga mengigatkan akan pentingnya untuk taat pada UU 1945 pasal 31 ayat 1 dimana setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan yang layak.

Menanggapi tuntutan tersebut Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olaraga (DISPORA) Mamuju Murniani mengatakan.

“Terimah kasi atas kehadirannya kekantor kami,sebagai Mahasiswa yang senang tiasa menjadi kontrol sosial”ujarnya.

Murniani menambahkan, bahwa di seluruh  wilayah dalam  Kabupaten Mamuju ini Kita masih kekurangan guru akan tetapi upaya kami dari Dinas Pendidikan apa yang menjadi kendala kita ini telah kami ajukan kejenjang Nasional untuk ditindak lanjuti”

Terkait tenaga kontrak sendiri,Sebut Murniani,  Pemerintah telah mengangkat kurang lebih sekitar 2000 tenaga honorer untuk mengimbangi kekurangan guru kita saat ini.

Murniani juga menyadari tentang adanya kekurangan dari segi pembagunan yang belum memadai dan masih butuh perbaikan agar semuanya merata.

“Upaya perbaikan, kami   telah lakukan pembagunan secara bertahap,  meskipun  hasilnya belum maksimal,” Timpalnya.

Terkait tenaga kontrak, yang belum diangkat itu Murniani mengatakan hal tersebut karena  keterbatasan biaya untuk pengangkatannya.

Masih Murniani,  bahwa untuk kunjungan ke sekolah-sekolah, pihaknya  telah melakukan kunjungan kesekolah-sekolah terpenciil sebagaimana tuntutan para demonstran, dan salah satunya kata Murniani yakni kunjungan sekolah ke Pulau Bala-balakang.

Bahkan untuk tuntutan hari ini madih kata Dia, pihak dinas pendidikan sangat setuju jika ada tenaga pendidik yang tidak bertetika atau melakukan kekerasan pasti diberikam sanksi   hukuman.

Kemudian untuk  issu pungli dalam pengurusan ijasah ditepisnya,dan jika ada yang melakukan mungkin itu oknum saja.(nhr/s)

Berita Terkait: