Respon PJS Bupati Terkait Aksi Perawat di Polman

PJS Bupati Polman,Amujib,S.IP;M.SI, Bersama Gubernur Sulbar Alibaal Masdar, Bupati Pasangkayu, Agus Ambo Djiwa dan Staf Ahli Gubernur Sulbar Nero L Adriani , di Jakarta belum lama ini(photo:nero)

BANNIQ.COM.Polewali. Aksi perawat  non ASN di Kabupaten Polman beberapa hari lalu di Gedung DPRD yang menuntut pengangkatan sebagai ASN dan peningkatan kesejahteraaan.

pasca aksi demonstrasi tersebut kemudian menjadi viral di medsos, yang memuat issu tendensius yang seolah-olah pemkab polman melakukan intimidasi dan ancaman pemecatan ke mereka karena aksi protes yang dilakukan.

Sebagaimana berita sebelumnya di Laman ini, PJS Bupati Polman Amujib,S.IP; M.Si, Mengatakan soal pengangkatan ASN itu mengacu ke regulasi pusat. Kemudian terkait informasi ribuan tenaga honorer yang ada di Polman, kata Amujib, semua pihak harus melakukan pengecekan data terkait jumlah tenaga perawat non ASN di Polman.” Kami berharap semua pihak yang berkomentar terkait Tenaga Perawat Non ASN di polman mengecek sesuai fakta, apakah betul berjumlah ribuan, kemudian apakah status mereka memang tenaga honorer ataukah pegawai yang dititip kerja saja, hal ini penting agar dalam memberi tanggapan tidak terjadi kekeliruan,” Ujar Amujib, via telfon,Rabu(9/5/2018).

Kemudian untuk upah sebagaimana diissukan, mereka hanya mendapatkan Rp 50 sampai 100 ribu perbulan, hal tersebut juga sebut Amujib tidak sesuai dengan apa yang diterima mereka selama ini.” Upah yang mereka terima selama ini berkisar Rp.1 juta selain jasa medik, mereka juga diberikan perjalanan dinas, untuk itu sebaiknya dikroscek sesuai fakta yang ada,agar kita bijak dalam memberi komentar,” Timpalnya.

Issu lain, tentang ancaman pemecatan.Kata Amujib, Yang mengancam melakukan mogok kerja kan mereka, dan jika mereka mogok artinya mereka ingin berhenti bekerja, jika ingin berhenti tentu masih kara Amujib penkab akan mengganti agar Pelayanan kesehatan tidak terganggu.” Tidak ada ancaman pemecatan, yang ingin mogok kerja kan mereka sendiri, kalau mereka mogok berarti ingin berhenti bekerja, dan kalau demikian pasti kita carikan pengganti karena kita tidak ingin pelayanan kesehatan di Polman terganggu,” Pungkasnya(smd)

Berita Terkait: