Ribuan Warga Tionghoa dan Masyarakat Lokal Mamuju, Menyatu dalam Ikatan Bai Nian Silaturrahmi

Keluarga Besar Almarhum Oei Tik Piao(Ance’ Lajo)Orang Tua Oei Iming Wijaya Bersaudara bersama pejabat dan tokoh masyarakat Mamuju, Saat berphoto bersama usai acara Bai Nian Silaturrahmi Imlek 2570 di Maleo Town Square(photo:Bnq)

BANNIQ.COM.Mamuju.Suasana keakraban terpancar dari ribuan masyarakat Tonghoa dan Masyarakat Lokal Mamuju yang menghadiri Bai Nian Silaturrahmi,  sebagai rangkaian peringatan Imlek 2570 yang diselenggarakan oleh Paguyuban Sosial Masyarakat Tionghoa Indonesia (PSMTI) Sulbar bersama Keluarga besar Almarhum Oei Tik Piao (Ance’ Lajo) perintis pengusaha masyarakat Tionghoa di Mamuju yang merupakan Bapak Oei Iming Wijaya Bersaudara , CEO PT Karya Mandala Putra,Hotel D Maleo dan Maleo Town Square ( Matos) dengan tema Merajut Kebhinekaan memperkokoh persaudaraan, Selasa malam(19/2/2019) di Matos Hotel And Convention Mamuju.

Selain dihadiri ribuan masyarakat Tionghoa dan Mamuju, kegiatan ini dihadiri pula pejabat  seperti Wagub Sulbar Hj.Enny Anggraeny Anwar, Kapolda Sulbar,Brigjend Pol Drs.Baharuddin Djafar,Bupati Mamuju,Drs.H Habsi Wahid, Ketua DPRD Hj.Suraida Suhardi, Raja Mamuju H.A.Maksum Dai, Tokoh Masyarakat Mamuju, H.Almalik Pababari, Suhardi Duka, Tamrin Syakur dan  Ince Rahman.

Iming Wijaya selaku Penanggung jawab kegiatan melalui sambutannya, menjelaskan bahwa sebagai rangkaian peringatan Imlek 2570/tahun 2019 Masehi dalam masyarakat Tionghoa dikenal dengan budaya Cah Gho mhe, sebagai hari penutupan peringatan Imlek.

” Kami berterima kasih atas kehadiran saudara-saudara di tempat ini, kegiatan ini kami gelar sebagai rangkaian peringatan Imlek Tahun 2570, yang dalam budaya Tionghoa dikenal dengan istilah Cah Gho Mhe, yang merupakan hari penutupan peringatan Imlek, juga kegiatan ini kami gelar untuk mengenang Orang tua kami Oei Tik Piao atau lebih dikenal di Mamuju dengan nama Ance’ Lajo,” Ujar Ketua PSMTI Sulbar ini.

Bupati Mamuju, Drs.H.Habsi Wahid bersama Maraqdika Mamuju, H.A.Maksum Dai dan Beberapa Tokoh masyarakat Mamuju saat mengikuti kegiatan Bai Nian Silaturrahmi.(photo:bnq)

Tentang kiprah orang tuanya sebagai perintis pengusaha Tionghoa di Mamuju, puluhan tahun lalu, Ance Lajo kata Imming punya kepedulian tinggi ke masyarakat Mamuju untuk mengenyam pendidikan.

” Meskipun orang tua saya pengusaha namun perhatiannya sangat tinggi untuk pendidikan masyarakat Mamuju, atas perhatian beliau itu dirinya menghadap ke Bupati Mamuju ketika itu dan menyampaikan bahwa anak-anak Mamuju harus bersekolah,” Ujar Mantan Anggota DPRD Mamuju ini.

Tidak terhenti sampai disitu, sebut Pengusaha yang akrab disapa Baba’ Tua inii , orang tuanya Ance’ Lajo juga turut membantu puluhan bahkan ratusan anak Mamuju yang ketika itu melanjutkan pendidikan ke daerah lain.

Perhatian Ance Lajo untuk pendidikan masyarakat Mamuju juga diakui oleh Tokoh Masyarakat Mamuju, H.Almalik Pababari. Kata Mantan Bupati Mamuju ini, Orang tua Imming Wijaya yang akrab disapa Ance’ Lajo memang berkontribusi untuk pendidikan masyarakat Mamuju dan salah satu yang pernah dibantu adalah dirinya.

” perhatian Ance Lajo untuk pendidikan masyarakat Mamuju memang tidak diragukan, saya adalah salah seorang yang pernah dibantu sewaktu melanjutkan studi di APDN Makassar,” Aku ayah wakil bupati Mamuju ini.

Lebih jauh Almalik menguraikan tentang kiprah masyarakat Tionghoa di Mamuju yang sejak dulu sudah berbaur dan menyatu dengan masyarakat lokal Mamuju.

” Sejak dahulu masyarakat Mamuju itu terbuka, dan ketika saudara-saudara kami yang hanya berasal dari Tionghoa tetapi sesungguhnya mereka orang Mamuju karena falsafah orang Mamuju siapapun yang telah meminum air Putih di Mamuju maka dia sudah orang Mamuju,” Imbuhnya.

Malik juga menguraikan sikap saling menghargai antara saudara-saudara mereka yang berasal dari Tionghoa dengan masyarakat lokal, yang terawat sejak dahulu sehingga pemberian gelar atau nama untuk masyarakat Tionghoa oleh masyarakat Mamuju, mereka menerimanya dengan baik.

” Penerimaan warga Tionghoa oleh  warga lokal Mamuju sejak dulu saling menerima satu sama lain, bahkan pemberian nama sesuai kelebihan dan kekurangan yang dimiliki oleh masyarakat Tionghoa, mereka menerimanya dengan baik, contohnya bapak iming yang dipanggil Ance Lajo karena perawakannya tinggi, ada juga yang dipanggil Ance Karo’ba karena mukanya bopeng, dan banyak lagi nama_nama yang diberikan dan mereka menerimanya,” pungkasnya yang diiringi tawa  dan applaus undangan yang hadir.

Sambutan lainnya, disampaikan mantan bupati Mamuju,Dr.Suhardi Duka, menurutnya tipikal masyarakat Mamuju yang terdiri dari berbagai suku, harus selalu dirawat dalam Susana kebersamaan dan saling menghargai satu sama lain, agar kehidupan masyarakat yang selama ini terawat dengan baik tetap terjaga.” Di Mamuju ini dari dulu dihuni oleh berbagai suku, kita disini pluralis untuk itu mari kita jaga kebersamaan dalam keberagaman itu, agar kerukunan masyarakat yang telah terawat selama ini tetap terjaga,” tandasnya.

Kapolda Sulbar, yang juga didaulat memberikan sambutan, menyampaikan bahwa untuk tetap menjaga suasana yang rukun di masyarakat khususnya di Mamuju dan Sulbar umumnya, silaturrahmi merupakan satu metode untuk mewujudkannya.Dirinya mencontohkan sewaktu terjadi Gempa di Palu dan Mamasa, karena manfaat silaturrahmi, masyarakat Sulbar tergerak untuk membantu saudara-saudara yang terkena bencana.

” Manfaat silaturrahmi seperti yang dilaksanakan malam ini, sangat besar karena dengan silaturrahmi kita dapat merasakan apa yang dirasakan oleh daudara-saudara kita, masih teringat waktu terjadi Gempa di Palu, masyarakat Sulbar begitu antusias memberi bantuan ke sana, termasuk dari Polda juga masyarakat di sepanjang jalan yang dilalui para pengungsi menyambut dengan memberi makanan dan tempat istirahat, ini karena manfaat silaturrami,” ungkapnya.

Disambutan akhir, Wakil Gubernur Sulbar Hj.Enny Anggraeny Anwar, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada keluarga Almarhum Ance’ Lajo yang telah berkiprah begitu besar untuk membangun di Mamuju.

“Atas nama pemerintah provinsi Sulbar, kita berterima kasih kepada almarhum Ance Lajo dan keluarganya, karena merekalah sehingga kita nikmati Hotel Maleo dan mall ini, semoga ke depan lebih berkiprah lagi untuk membangun Muju dan Sulbar.,” Pungkas istri mantan Gubernur Sulbar, H.Anawar Adnan Saleh ini.|smd.

 

 

 

Berita Terkait: