Seikat Janji Untuk Masyarakat Kepulauan Bala-balakang

Banniq.Com.Pulau Ambo

Meskipun baru 5 bulan Memimpin Sulbar, sejak dilantiknya tanggal 12 Mei 2017 lalu, Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar telah melakukan kunjungan ke Kepulauan Ambo. Kecamatan Kepulauan Bala-balakang Kabupaten Mamuju,Kamis (2/11/2017),didampingi Kerua TP PKK Sulbar,Hj.Andi Ruskati Ali Baal,Kapolda Sulbar Brigjend Pol.Drs.Baharuddin Djafar, Bupati Mamuju,Drs.H.Habsi Wahid,Kaper BI Sulbar,Dabdum 1418 Mamuju dan Kadis DKP Sulbar.

Dalam kesempatan tatap muka dengan masyarakat di Kepulauan ini, ABM berkomitmen untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur dan fasilitas Pulau yang belum rampung, seperti pendidikan, kesehatan, abrasi pantai, dan kesejahteraan tenaga pendidik.
Ditambahkan ABM bahwa , ia bersama seluruh stakeholder terkait, akan mulai berfokus pada program pembangunan infrastruktur pulau yang belum rampung.

Lebih Jauh Ayah dua anak ini menyampaikan bahwa saat ini di pulau tersebut sudah ada perkembangan   yang lebih baik yakni masyarakat disana sudah terpenuhi hak-hak dasarnya seperti kebutuhan air.

Meski demikian , sebutnya  pemerintah akan tetap memberikan bantuan karena air disana kondisinya asin. Selanjutnya, bantuan lain berupa bantuan tambahan listirk dan tanggul yang rusak.
“Sudah ada dua dermaga di sini , tahun depan akan ditambah satu dermaga lagi. Untuk bantuan lain dari pemerintah, tahun depan, kita akan kesana lagi , tapi akan dipetakan dulu mana bantuan yang betul-betul dibutuhkan oleh masyarakat di gugusan Kepulauan Bala-balakang,” Ungkapnya.
Dalam kunjungan itu pula ABM menyampaikan bahwa  dalam waktu dekat, Ia  akan bertemu dengan Gubernur Kalimantan selatan, membicarakan pembagian insentif hasil alam Pulau Lerelerekang berupa minyak bumi dan gas alam.
“ Pembagian hasil migas sebesar lima persen untuk Sulbar dan lima persen untuk Kalsel. Tapi, kalau Pulau lere-lerekang tidak bisa dibagi sejengkal pun, kita tidak akan beri, saya sudah bahas undang-undangnya dipusat bersama Mendagri dan Menteri Kelautan” tegas Ali Baal.
Selain masalah infra struktur dan masalah sosial, ABM juga  mengharapkan agar pengelolaan manajemen simpanan desa, dilakukan secara transparan demi tercapainya kesejahteraan masyarakat .
“ Ini harus dibuatkan aturan, dari dana yang ada kita anggarkan secara bertahap, sedikit demi sedikit, Setelah itu akan dibagi beberapa tahap baik dari sarana jalan, pelatihan sumber daya manusia kesehatan, pendidikan dan infrasruktur lainnya,” tandas ABM
Kapolda Sulbar, Brigjend Pol. Baharuddin Djafar yang menyertai perjalanan Gubernur Sulbar dalam kunjungan tersebut juga menyampaikan, kegiatan tersebut dilakukan untuk mensingkronkan kegiatan Pemprov dengan kegiatan Kepolisian Daerah agar dapat menjadi tolak ukur suatu pemerintahan. Pada kegiatan tersebut dirangkaikan penandatanganan MoU kesepakatan pemerintah bersama Kepolisian Daerah dalam memantau dan mengawal dana desa.
“ Dana tersebut tersalur dari Bupati langsung ke Desa, maka Mabinkantibmas akan mendampingi Pak Desa dalam mengawal dana tersebut. Sulbar merupakan daerah pertama yang melakukannya,”Terangnys.
Kepada warga setempat, Ia menghimbau kiranya senantiasa mengabdi  kepada Tuhan Yang Maha Esa melalui ibadah sesuai keyakinan masing-masing  agar suatu Daerah dapat diberikan keberkahan dari tuhan yang Maha Esa.
Di tempat yang sama, Bupati Mamuju, Habsi Wahid  juga menyampaukan  kondisi pembangunan   infrastruktur yang sudah dilaksanakan oleh  Pemkab Mamuju,  antara lain sektor  pendidikan, yakni  rehab Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada tahun 2017,  dengan Anggaran Sebesar  Rp. 300 juta, selanjutnya rehab Sekolah Dasar (SD) yang ada di Pulau Salisingan dengan  anggaran sebesar Rp. 300 juta.
“ Semua pulau sudah ada sekolahnya, walaupun ada beberapa sekolah yang belum memiliki gedung tetapi kami sudah bentuk sekolah jarak jauh sebagai antisipasinya,”Terang Mantan Sekkab Mamuju ini
Ditambahkan Habsi bahwa , terkait kesehatan di Pulau tersebut, Ia selaku Bupati telah menyediakan pustu, tetapi mengalami beberapa kendala jarak pulau antara satu dengan yang lain masih sangat berjauhan.” Solusi dari masalah kendala jarak tersebut, maka tahun ini Pemkab Mamuju akan menyiapkan  satu unit kapal Feri Mini berkapasitas 46 penumpang,” Pungkasnya.
Dalam kunjungan ini Gubernur dan Rombongan menyerahkan bantuan langsung ke masyarakan antara lain , 100 buah kopiah, 200 buah sarung sholat, dari kapolda, 100 buah sajadah dari Bank BI Perwakilan Sulbar, rompi air dan pelampung , makanan ibu hamil dan bayi life jaket, life boy serta obat-obatan.
Untuk tambahan informasi , Kecamatan Bala-Balakang memiliki penduduk sebanyak 2.500.000 jiwa, terdiri dari 12 Pulau, dimana 10 Pulau berpenghuni dua Pulau lainnya tidak berpenghuni, adapun Etnis penduduk Pulau terdiri dari Bugis, Makassar, Mandar, Mamuju dan Tapalang.(hum-frd/smd))

Berita Terkait: