Sulbar Resmi Miliki Dewan Riset Daerah

 
Banniq.Com.Sulbar. Guna menumbuhkembangkan, memotivasi, Menfasilitasi, mengstimuli dan menumbuhkan iklim Sinerjitas Iptek di Daerah, sesuai Pasal 20 UU Nomor 18 Tahun 2002 Tentang Sistim Nasional Penelitian, Pengembangan dan penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, maka setiap Daerah diharuskan memiliki Dewan Riset Daerah(DRD).
Untuk Provinsi Sulbar, Hari ini Jum’at (13/4/2018) telah resmi memiliki Dewan Riset Daerah, setelah Gubernur Sulbar Drs.Ali Baal Masdar mengukuhkan Anggota Dewan riset yang beranggotakan unsur akademisi dan Masyarakat tersebut, di Lantai dua gedung Oval kantor Gubernur Sulbar, Rangas Mamuju.
Pengukuhan Dewan Riset Daerah, dan dua lembaga lainnya, yakni Majelis Pertimbangan Daerah dan Penjaminan Mutu itu, didahului dengan penyampai regulasi pembentukan DRD, Oleh Kaban Balitbabgda Sulbar, Dr. Jamil Barambangi,M.Ag.
 Jamil mengatakan pembentukan DRD berdasar pada UU Nomor 18 Tahun 2002.Sesuai fungsinya, Sebut Jamil DRD merupakan lembaga otonom namun eksistensinya, DRD harus Bermitra dengan OPD.
Dia menambahkan, dengan terbentuknya DRD di Sulbar ke depan semua Program pembangunan harus berbasis kajian dan penelitian.” Dengan adanya Dewan Riset Daerah, ke depan  semua program pembangunan di Sulbar harus berbasis kajian dan penelitian,” Ujarnya.
Keanggotaan DRD Sulbar yang dikukuhkan Gubernur Alibaaal Masdar hari ini, antara lain, Dr.H Akhsan Djalaluddin, sebagai Ketua, Ir.Anwar Sulili, anggota mewakili Perguruan Tinggi, Dr.Jamil Barambangi Unsur Balitbangda, Prof.Dr. Rahmat Hasanuddin, Syahrir Hamdani, Naharuddin, Muh.Zakir Akbar, Abd.Kadir Paloloang, Hayati Kartika,  Yati Hariyati dan beberapa nama lainnya.(smd)

Berita Terkait: