Tahun 2018, KPID Sulbar Berteked Bekerja Lebih Maksimal

Keterangan photo: Komisioner KPID dan Komisioner Bawaslu Saat kedua lembaga tersebut menggelar Rapat kordinasi belum lama ini:photo: repro)

Banniq.com.Sulbar

Memasuki tahun 2018 mendatang, Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulawesi Barat bertekad memaksimal kinerja.

Meski alokasi anggaran KPID tidak lagi melalui dukungan APBD, namun  melalui alokasi dana hibah di 2018, yang diharapkan akan mendukung kinerja KPID lebih bauk di tahun depan.

“Tahun ini cukup banyak dinamika internal yang kami alami, namun itu tidak menyurutkan kinerja teman-teman di sini dan kelembagaan KPID. Termasuk di tahun 2018 menjelang ini, apalagi tahun depan yang merupakan tahun terakhir masa jabatan komisioner KPID Sulbar periode ketiga ini, sementara masih banyak program kerja yang akan kami laksanakan,” jelas Ketua KPID Sulbar Andi Rannu, Sabtu (2/12/2017).

Ditambahkan Andi, bahwa terkait pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2018 di dua kabupaten di Sulbar, Polman dan Mamasa, merupakan  salah satu tantangan tugas KPID  di tahun depan yang menuntut kerja yang lebih maksimal, khususnya dalam pengawasan penyiaran.

“Beberapa waktu lalu kami juga telah bertemu Bawaslu Provinsi dan menegaskan peran yang akan dilakukan KPID dalam mengawasi penyiaran pilkada di dua Kabupaten tersebut, terutama mengawasi penyiaran pilkada dengan penggunaan media penyiaran untuk siaran iklan dan berita seputar pilkada,” ungkapnya.

Sebagai Ketua KPID Sulbar, Ia menghimbau kepada  seluruh lembaga penyiaran di daerah ini dalam menjalankan aktivitasnya untuk tetap menaati Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3/SPS) yang telah diterbitkan KPI. Termasuk mengingatkan lembaga-lembaga penyiaran di Sulawesi Barat yang belum memiliki Izin Penyelenggaraan Penyiaran (IPP) untuk tidak bersiaran.

“Lembaga penyiaran yang tidak berizin itu tidak boleh bersiaran. Ini jangan dilanggar,” pungkasnya.(sl/smd)

Berita Terkait: