Tak Ada Biaya, Bapak Satu Anak Ini Tinggal di Gubuk Reot

Banniq.com.Pasangkayu

Miris, karena tidak mempunyai biaya untuk sewa rumah kontrakan, bapak satu anak yang setiap harinya berprofesi sebagai sopir bentor, terpaksa harus tinggal bersama dengan putrinya di gubuk reot beratap daun rumbiah dan berdinding papan bekas di Dusun Labuang, Kelurahan Pasangkayu, Kabupaten Mamuju Utara, Sulawesi Barat.

Ditengah pesatnya pembangunan kota dikabupaten paling ujung di utara Sulawesi Barat, tak serta merta meningkatkan perekonomian masyarakat, seperti yang dialami Sofian warga Dusun Labuang Kelurahan Pasangkayu ini. dia bersama dengan putrinya terpaksa tinggal di gubuk reot beratapkan daun rumbiah berdinding papan bekas tanpa penerangan listrik.

Diruangan berukuran 2 x 3 meter tak tampak perabotan rumah tangga sebagaimana layaknya rumah tinggal, bahkan dapur dan tempat tidurpun satu rungan. sementara untuk tidur bapak satu anak ini terpaksa harus tidur diatas papan beralaskan kasur dan karpet bekas yang sudah sangat lusuh.

Sementara untuk bertahan hidup ditengah himpitan ekonomi dan pesatnya pembangunan ibu kota Mamuju Utara, Sofian terpaksa harus mengumpul kardus dan kaleng bekas dikarenakan pendapatannya sebagai sopir bentor tak mencukupi biaya hidup bersama dengan putri semata wayangnya yang kni sudah berusia 10 tahun.

Sofian mengaku terpaksa tinggal di gubuk reot milik saudaranya tersebut karena tidak mampu membayar rumah kontrakan, dirinya juga mengaku untuk makan saja dia bersama dengan putrinya kadang berharap sumbangan dari orang lain. sementara agar gubuk reot tempatnya tinggal tidak kemasukan air hujan atapnya pun di tempel dengan karpet plastik bekas.

Walau tergolong warga miskin, dirinya bersama dengan putrinyapun tak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah padahal posisi rumah reot yang ditinggalinya letaknya berada dalam kota Pasangkayu ibu kota Mamuju Utara yang juga tidak jauh dari kantor Bupati Mamuju Utara.(joni/s)

Berita Terkait: