Tangkal Paham Radikal dan Terorisme, BNPT Gelar Dialog Sastra Cinta Damai

Banniq.com.Sulbar

Badan Nasional  Penanggulangan Terorisme (BNPT) menilai bahwa berbagai cara dapat dilakukan untuk menanggulangi Teroris,salah satunya melalui Seni budaya.Untuk itu,Perpanjangan Tangan BNPT di Provinsi,FKPT atau Forum Komunikasi Penanggulangan Terorisme Provinsi Sulawesi Barat, menyelenggarakan dialog penanggulangan Terorisme Melalui Seni budaya,bertajuk Sastra Cinta Damai Cegah Paham Radikal,di Hotel D Maleo,Kamis,10/8.

Dihadiri oleh 100 peserta, dialog ini dimaksudkan untuk memberikan wawasan terkait bahaya radikalisme dan terorisme serta peran sastra dan seni dalam upaya pencegahannya. Diungkapkan oleh Zulfikar, penyair Nasional Asal Aceh, salah satu narasumber dialog ini, menguraikan bahwa karya sastra seperti puisi dapat menjadi media untuk mengatasi masalah sosial di Masyarakat.Ia contohkan ketika terjadi Tzunami di Aceh, di pulau simelu sebagai pusat Episentrum Gempa, penduduk di pulau tersebut berjumlah 70 ribu lebih, yang meninggal ketika itu hanya 7 orang.”  Ternyata  masyarakat di pulau ini tidak banyak menjadi korban Gempa Yang berkekuatan 8.9 skala Richter karena menghapal puisi yang didalamnya ada petuah leluhur untuk menghindar ke tempat yang tinggi manakala terjadi gempa, Ajaran leluhur tersebut telah ada sejak tahun 1901 setelah Aceh yang juga dilanda Tsunami ketika itu,” Urainya, setelah membaca bait-bait puisi berbahasa Aceh yang telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia Tersebut.

Kemudian bagaimana dengan Paham Radikal apakah bisa diatasi oleh Puisi? sebut Fikar Puisi sebagai media Penyampai pesan yang mengajarkan kecintaan terhadap sesama dapat menjadi solusi untuk mencegah Berkembangnya paham Radikalisme dan terorisme.” Puisi mengajarkan untuk saling mengasihi sesama, olehnya ia dapat menjadi solusi untuk mencegah dan meredam paham radukalisme dan terorisme,” Pungkasnya.

Pemateri lainnya yang juga Seorang Seniman Kawakan,Eka Budianta, menginspirasi peserta dialog dengan spirit menjadikan Mamuju sebagai Rumah Penyair.Eka menilai semakin banyak orang yang mengerti dan mengenali karya seni maka masyarakat akan semakin damai dan tentram terhindar dari sikap dan prilaku negatif.

Ketua FKPT yang juga Kepala Badan Kesbangpol Sulbar, Drs.H.Rahmat Sanusi, pada sambutannya  mengatakan bahwa penanggulangan bahaya Ajaran Radikal dan terorisme, dilakukan secara  menyeluruh , termasuk kepada ASN   sebut Rahmat yang Mantan anggota HTI akan diajak berdiskusi dan dilakukan pembinaan.” Kami intens melakukan pencegahan dan penanggulangan Ajaran Radikal di Sulbar, termasuk kepada ASN yang terindikasi sebagai mantan anggota HTI,kita akan berdiskusi dan melakukan pembinasn terhadap mereka,” paparnya.

Pada kesempatan itu pula, Drs.H.Darno Majid,Sataf Ahli Gubernur Bidang Sosial dan SDM mewakili Sekprov Sulbar yang berhalangan hadir, menjabarkan bahwa Menyadari posisi Sulbar sebagai Segitiga Emas antara Pulau Sulawesi dan Kalimantan,sangat berpotensi sebagai tempat lintasan Para Teroris, olehnya sebut Darno, Pemerintah dan masyarakat senantiasa mewaspadai gerakan para teroris dan paham Radikal.di Sulbar.” Sulbar berada pada posisi silang antara Kalimantan Dan Sulawesi yang potensial sebagai tempat melintasnya teroris, untuk itu kita semua perlu mewaspadai ajaran Radikal dan Pergerakan Terorisme,” Pungkasnya.(smd)

Berita Terkait: