Tentang Materi Kunjungan ke Dubai, Clear di Konfrensi Pers Gubernur Sulbar

Gubernur Sulbar,Drs.HM Alibaal Masdar,didampingi Dr.Yundini Husni Djamaluddin, Staf Ahli Gubernur sekaligus Penerjemah sewaktu kunjungan ke Dubai ,Uni Emirat Arab(photo:repro)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BANNIQ.COM.Sulbar. Kunjungan Gubernur Sulbar, Drs.HM Alibaal Masdar,  bersama Rombongan yang terdiri dari beberapa OPD Lingkup Pemprov Sulbar dan Direktur BUMD Provinsi Sulawesi Barat, ke Dubai Uni Emirat Arab Arab, yang sebelumnya menuai sorotan dari berbagai kalangan di Sulbar, Akhirnya clear di kegiatan Konfrensi Pers yang digelar Oleh Gubernur Sulbar,Drs.HM Alibaal Masdar yang didampingi Kepala OPD yang menyertai kunjungan Gubernur tersebut,antara lain Kepala Bappeda, Dr.Junda Maulana, Karo Tapem Drs.H.Abd.Wahab  Hasan  Sulur, Kadis ESDM Ir.Amri Ekasakti, kadis Pariwisata, Drs.Farid Wajidi, dan Kadis Koperindag Amir Maricar,Senin(25/2/2019) di Aula gedung Oval Kantor Gubernur Sulbar.

Gubernur ABM, Sapaan Karib Gubernur Sulbar Alibaal Masdar, menjelaskan tentang materi dan agenda kunjungan nya ke Dubai.Keberangkatn Ke Dubai sebutnya,merupakan undangan salah satu perusahaan Dubai yang cukup Bonafit.

” Ini perlu dijelaskan kepada masyarakat terkait kunjungan saya dan beberapa pimpinan OPD ke Dubai , kita ke sana bukan untuk.jalan- jalan ,  kita diundang oleh salah seorang Pengusaha  besar di Dubai, sebetulnya kita diundang 25  orang namun hanya 15 orang yang dapat hadir,”  dan semuanya mereka yang memfasilitasi, Akomodasi dan penginapan, kita hanya tanggung biaya tiket,” Ungkapnya.

Hal  serupa sebut ABM juga sudah pernah dilakukan namun diwakili oleh Kabupaten seperti ekspo di Swiss diwakili oleh Kabupaten Majene, dan Ekspo potensi SDA dan Pariwisata diwakili Kabupaten Polman.

Untuk di Dubai Sendiri, Rombongan selain bertemu dengan pihak korporasi Dubai, Juga bertemu dengan pengusaha dari Brazil,Inggris dan Canada.

” Di sana , selain bertemu dengan pengusaha Dubai   rombongan juga dipertemukan dengan pimpinan perusahaan dari beberapa negara seperti   dari Brasil,Canada dan Inggris  yang bergerak di bebeberapa bidang seperti; pertanian, perkebunan dan termasuk pengusaha dunia di sektor pemasaran atau pemasok daging,” Timpalnya.

Dia menambahkan, rombongan juga bertemu dengan pengelola Eksplorasi migas di Kepulauan Bala-balakang yang juga berada berasal dari Uni Emirat Arab.

” Kami juga bertemu dengan pihak Perusahaan PT Mubadah, salah satu Perusahaan yang selama ini melakukan eksplorasi migas di Perairan Sulbar yakni PT Mubadah,” pungkasnya.

Penjelasan detail terkait poin-Poin potensi SDA Sulbar  yang ditawarkan ke Korporasi di Dubai, disampaikan kepala Biro Pemerintahan,H.Abd.Wahab Hasan Sulur.Dia menjelaskan bahwa kehadiran rombongan Pemprov Sulbar untuk mengikuti Ekspo atas undangan JRC Holding Company.

” Kita diundang oleh JRC Holding Company, dan semua prosedur administrasi kita telah lalui termasuk izin bapak Gubernur  dari Kemendagri, kita menawarkan potensi SDA dan Pariwisata yang dimiliki Sulbar kepada Mereka,” Ujar Karo yang akrab disapa Awa ini.

Awa menambahkan, dari ekspose potensi yang dimiliki oleh Sulbar, seperti Migas,Pertanian dan kelautan serta Budaya.Dari itu sambung Awa, mereka tertarik untuk berinvestasi membangun Depot migas Terapung di perairan Belang-Belang.

” sewaktu kegiatan ekspose, tentang potensi alam yang dimiliki Sulbar seperti Biota laut di pulau Karangpuang, budaya Sayang Pattuqduq, mereka sangat takjub.Kemudian untuk potensi Migas mereka tertarik untuk berinvestasi membangun Depot migas Terapung di Perairan Belang-Belang,” Pungkasnya.

Hal sama disampaikan kepala Dinas Energi dan Sumberdaya Mineral Pemprov Sulbar, Ir.Amri Ekasakti.Kata Amri dalam sesi ekspose di depan korporasi di Dubai, Potensi migas, tambang dan SDA energi baru dan terbarukan , termasuk potensi uranium, semua sudah dipaparkan, dan untuk kerjasamanya ke depan misalnya    bidang migas tentu menjadi kewenangan dari Pemerintah pusat untuk menjalin kerjasama tersebut.

“semua potensi Sumber daya Energi yang dimiliki oleh Sulbar, kita sudah paparkan semuanya, dan ke depan jika mereka berminat kerjasama,tentu disesuaikan dengan kewenangan pengelolaan,  misalnya migas tentu jalinan kerjasama ini dilakukan oleh pemerintah pusat karena sesuai kewenangannya,” Pungkasnya. |smd

 

Berita Terkait: