Terancam DiPAW, Legislator Partai Nasdem Lawan keputusan DPP

IMG_5287

Banniq.com.Pasangkayu –

Legislator Matra dari partai Nasdem, Irwan Halim yang terancam dilengeserkan dari jabatannya sebagai anggota DPRD oleh pengurus DPP nya, melakukan perlawanan. Ia menggugat keputusan DPP terkait pengusulan pergantian antar waktu (PAW) terhadap dirinya nya tersebut di pengadilan negeri (PN) Pasangkayu.

Salah seorang kuasa hukum Irwan Halim, Baharuddin Pulindi menyampaikan bahwa gugatan tersebut telah resmi didaftarkan ke PN Pasangkayu pada pekan ini, dan sudah akan disidangkan pada pekan depan nanti.

Kata dia, gugatan itu dilayangkan, sebab pihaknya beranggapan keputusan DPP Nasdem telah melanggar hak-hak konstitusional Irwan Halim selaku anggota DPRD Matra. DPP Nasdem dinilai telah melakukan perbuatan melawan hukum (PMH).

” Keputusan DPP Nasdem untuk mem PAW klien saya itu tidak berdasar, dan tidak melalui mekanisme partai. Kilien saya tidak pernah melakukan pelanggaran fatal yang bisa menyebabkan dia di PAW ” terangnya, Senin 29 Agustus.

Ditambahkan, bahwa adapun perjanjian tertulis antara Irwan Halim dan  Sri Muliani selaku calon pengganti, yang menjadi dasar penerbitan keputusan PAW oleh pengurus DPP Nasdem, pun dinilainya tidak memiliki kekuatan hukum. Sebab, saat perjanjian itu dibuat kliennya mengaku dalam tekanan.

” Kesepakatan itukan dibuat harusnya berdasarkan keikhlasannya, tapikan ternyata tidak, berdasarkan pengakuan pak Irwan, karena dia diancam, dibawah tekanan, sehingga dia tidak ada pilihan lain selain menandatangani kesepakatan itu” lanjut Baharuddin Pulindi.

Terpisah, Ketua DPRD Matra Lukman Said mengatakan bahwa sejak sepekan kemarin pihaknya telah menindak lanjuti surat permintaan PAW dari DPP Nasdem tersebut, dengan bersurat kepada bupati Matra untuk kemudia diproses lebih lanjut oleh gubernur Sulbar.

” Sudah satu minggu yang lalu saya sampaikan ke bupati, kan prosesnya melalui bupati kemudian ke gubernur, kalau sudah ada keputusan dari gubernur maka kami akan langsung lantik. Tapi selama itu tidak ada gugatan, tapi kalau ada gugatan maka tentu akan ditunda dulu” ujarnya.

Sekedar diketahui, bahwa pada pemilihan legislatif yang lalu, terjadi  sengketa antara Irwan Halim dan Sri Muliani sebagai sesama legislator Nasdem dari dapil II Matra, yang meliputi kecamatan Pasangkayu, Pedongga, dan Tikke Raya (Dapil Papeti).

Sangketa tersebut kemudian disidangkan di mahkamah partai yang kemudian mengahasilkan perjanjian yang isinya mengharuskan Irwan Halim menyerahkan jabatan DPRD nya ke pada Sri Muliani, setelah menjebat selama setengah periode.(smd/joni)

Berita Terkait: