Terkait OVOP, Ini Penjelasan Lanjut ABM

IMG-20170130-WA0026

Banniq.com.Sulbar

Salah satu materi debat publik Pilgub Sulbar sesi II yang digelar oleh KPU, adalah program One Village One Product (OVOP) dari poin visi misi paslon ABM-Enny.

Program OVOP menjadi perbincangan publik, karena selain masih terkesan belum populer di kalangan masyarakat umum, OVOP versi ABM-Enny tersebut, ternyata tidak cukup dipahami oleh kandidat nomor 1, SDK-Kalma.

Pasca debat, ABM memberikan keterangan lebih lanjut terkait OVOP yang menjadi salah satu program prioritas bangunan pengembangan ekonomi Sulbar 5 tahun ke depan.

“Perlu dicatat bahwa, OVOP itu adalah salah satu solusi bagi tumbuh kembang ekonomi bagi masyarakat juga bagi kelestarian produk budaya lokal kita. Ini selangkah lebih massif dari ekonomi kreatif. Kalau ekonomi kreatif bertumpu pada kekuatan keahlian individu dalam produksi barang, maka OVOP adalah upaya memberi nilai tambah atas produk unggulan satu desa berbasis budaya.” Terang ABM.

Mantan bupati Polman dua periode tersebut menyebut kesesuaian OVOP dengan kondisi ril ekonomi masyarakat Sulbar.

“Ekonomi masyarakat Sulbar makronya itu digerakkan mayoritas oleh ekonomi mikro. Solusi untuk mengoptimalkannya juga itu harus dalam desain yang lebih massif tapi dengan mengutamakan arus potensi lokal. Dalam konsep OVOP ini, setiap orang didorong untuk mengembangkan potensi individu sekaligus mengembangkan sumber daya yang ada wilayah mereka.” Imbuh ABM.

ABM menyebut bahwa OVOP telah berhasil dijalankan di Jepang dan Indonesia sendiri.

“Jepang sebagai peletak dasar konsep OVOP telah berhasil mengimplementasikannya. Indonesia sendiri bahkan tercatat sepanjang tahun 2014-2015 sudah 40 sampai 50 produk lokal Indonesia yang mampu menembus pasar internasional. Saya optimis, dengan desain yang bagus, maka produk lokal kita melalui OVOP tersebut akan mampu juga menembus pasar internasional.” Tutup calon Gubernur pasangan Enny Anggraeni Anwar tersebut.(ns/smd)

Berita Terkait: