Terkait Penamaan Blok Migas Di Kepulauan Bala-Balakang, Pemprov Sulbar Sejak Awal Protes Ke Kementerian ESDM

20170327_104609
Keterangan photo: peta Area Blok Migas Balak-balakang yang semula Bernama Blok Tanjung Aru, yang sementara dieksplorasi PT Cris Energy,Selaku Pemenang Tender(photo:repro)

Banniq.com.Sulbar

Polemik klaim Kepulauan Bala-Balakang oleh Kaltim,yang belakangan Menjadi issu paling trending di medsos dan Pemberitaan media massa, yang kemudian kembali adem setelah Gubernur sulbar yang diwakili Karo Tapem Drs.Wahab HS,Bupati Mamuju Drs.H.Habsi Wahid,Ketua dan Wakil DPRD Sulbar,H.A.Mappangara,S.Sosdan Drs.H.Harun serta Anggota DPD RI adal Sulbar Asri Anas Berkordinasi ke Kemendagri,Dan pihak Kemendagri Berjanji akan melakukan Revisi Perda RTRW Kaltim,Yang memasukkan kepulauan  Bala-Balakang ke Dalam wilayah pengembangan Provinsi Kaltim.

Issu lain yang menggelinding terkait Keberadaan Kepulauan yang penduduknya mayoritas asal Majene dan Mamuju tersebut,karena di kepukauan tersebut terdapat Blok migas yang sudah dieksplorasi oleh salah satu korporasi Migas. Menjawab hal tersebut,Kepada Laman ini,Senin 27/3, Kepala Dinas Energi Sumberdaya Mineral (ESDM) Provinsi Sulbar,Ir.Amri Ekasakti,MT,mengatakan bahwa dirinya sebelumnya minta maaf kepada teman-teman wartwan yang mempertanyakan hal tersebut via Waashaap dan tidak sempat memberikan penjelasan karena Ponselnya sementara diperbaiki.” Sebelumnya saya minta maaf kepada teman-teman Media,karena saya tidak sempat memberi penjelasan terkait potensi migas yang ada Di Bala-balakang,yang ditanyakan kawan-kawan via WA berhubung ponsel saya lagi diperbaiki,” Terang Amri.

Blok migas di Bala-balakang kata Amri memiliki cerita khusus, karena awalnya blok tersebut diberi nama Blok Tanjung Aru,saat itu pemenang tender yang akan mengelola blok tersebut yakni PT Cris Energi datang ke Sulbar untuk kepentingan eksplorasi.” Saat pihak Manajemen PT Cris Energy datang ke Pemprov Sulbar berkordinasi persiapan eksplorasi Blok Tanjung Aru (area Bala-balakang),saat itu Pak Gubernur Sulbar Anwar Adnan saleh tidak setuju dan menolak keras karena namanya Tanjung Aru,padahal wilayahnya masuk dalam wilayah kecamatan Bala-balakang Kabupaten Mamuju,bisa tapi harus dirubah namanya,” Kata Amri menirukan  ucapan Anwar.

Setelah pertemuan tersebut kata Amri, pihak Manajemen PT Cris Energy yang namanya Anwar suseno,berkordinasi ke pihak SKK migas, terkait masalah tersebut, dan proses perubahan nama Blok Tersebut kata Amri menyita waktu hampir setahun, yang dalam proses tersebut pihak Pemprov melakukan beberapa kali pertemuan dengan pihak PT Cris Energi dan Kementerian ESDM.

Sikap tegas pemprov terhadap perubahan nama blok tersebut masih kata Amri, tidak pernah surut,hal tersebut kata Amri ditunjukkan oleh Wagub Ir.Aladin yang saat itu menerima pihak kemen ESDM dan SKK migas.” Pak wagub saat itu juga sangat tegas menolak eksplorasi tersebut bila tidak dirubah nama bloknya, jika tidak dirubah sebaiknya dibataljan saja,” Demikian Amri, menirukan ucapan Wagub Ir.Aladin di dalam rapat kordinasi dengan pihak KemenESDM,PT Cris Energi dan SKK Migas.

Setelah serangkaian pertemuan dilakukan dalam  kurung waktu setahun,akhirnya Dirjen Migas kata Amri menerbitkan Surat Keputusan nomor 452/13/2015 Tentang Tindak Lanjut Perubahan Nama Blok Tanjung Aru mrnjadi Blok Bala-Balakang.

Kemudian pada tahun yang sama terbit pula Surat Keputusan Menteri ESDM nomor 15.K/13/Dcm/2015 Tentang pembatalan SK Menteri ESDM Sebelumnya Tentang penetapan Wilayah Kerja, kontrak Kerjasama dan ketentuan Pokok Pengelolaan Migas dari semuka Bernama Blok Tanjung Aru menjadi Blok Bala-Balakang.” Ini yang patut kita pahami bersama,” Imbuhnya.

Kemudian terkait Cadangan migas di Blok tersebut sebagaimana dilansir beberapa media, Amri menepis terkait cadangan tersebut, karena sekarang pihak pengelola baru dalam tahap eksplorasi seismig.” Kita belum bisa bicara cadangan karena pihak PT Cris Energy baru dalam tahap penelitian, yang jelas penyampaiannya ke Kami setelah mereka ekplorasi seismig, kandungan blok itu dominan Gas, ada minyak tapi minim,” Pungkas Amri(samad)

 

 

Berita Terkait: