Tim Pakar Harap Sulbar Segera Miliki Baseline Data Berbasis IT

Banniq.com Jakarta.

     Pembahasan Rencana Pembangunan Jangka Panhang Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Sulawesi Barat, yang telah dikaji dan didiskusikan secara bersama-sama antara Dewan Pakar yang kemudian disebut tim 9, dam Tim OPD Pemprov Sulbar Yang dipimpin langsung oleh Gubernur Sulbar Drs.H.Ali Baal Masdar,didampingi Sekprov Sulbar,Drs.H.Ismail zainuddin.
    Di jajaran Dewan pakar yang hadir berdiskusi maraton selama 2 hari dimulai dari tanggal 19 Mei sd 20 Mei 2017, antara lain Dr. HM Said Saggaf yang berprofesi sebagai Konsultan Ilmu Administrasi Negara, Widyaswara LAN Makassar, yang juga mantan Bupati Bantaeng Dan Mamasa, Prof.Dr.Idris DP, Deputi LAN RI, Dr.Syarkawi Rauf,SE.M.Si,Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha(KPPU) Republik Indonesia, Dr. Yundini Husni Djamaluddin,  Dosen STIK-PTIK, Dosen UI dan Staf Khusus Wakapolri, Dr.Suyuti Marzuki, Pejabat  Di Kementerian DKP, pakar Manajemen perencanaan Kinerja, Dr. Zulfikar Muchtar Husain, Dirjen di Kementerian DKP, Dr.Farid, Ahli Lingkungan Hidup,  Prof.Dr.Amri,SE;MA,pakar Ekonomi moneter,Guru besar Fakultas Ekonomi Unhas,Dan Dr.Imam Utomo,Pakar IT Dosen Di Universitas Indonesia.
   Tim OPD Pemprov Sulbar Antara lain, Kadis PU Ir.H.Nazaruddin,M.Si, Kadis Pertanian,Perkebunan Dan Peternakan,Ir.H.Hamzah,MMA,  Kadis Pemberdayaan Masyarakat Dan Pemerintah Desa,Drs.H.Muh.Ridwan,M.Si, Kadis Pendidikan,Andi Sukri Tammalele,MM,  Kadis Kesehatan, dr.H.Ahmad Azis, Kadis Energi Dan Sumberdaya Mineral,Ir.Amri Ekasakti, Kadis Perikanan Dan Kelautan,Ir.H.Parman Parakkasi,M.Sc.,  Kepala Bappeda,Dr.Junda Maulana, Kadis Naker,Drs.Ma’dareski Sallatin, Kadis Penanaman Modal Dan Sistap,Amir Maricar,SE, Karo Humas,Drs.Aeman Hermawan,Karo Pemerintahan, Drs.H.Abd.Wahab Hasan Sulur,Kaban BPKAD,Abdul Samid,SE,M.Ak.Inspektur Inspektorat,Suriyadi,SE,M.Ak,Karo Ortalak,Masriadi Aco,SE;M.Si dan Dirut Rumah Sakit,dr.Andi Munasir Amir.
     Hadir pula Tim Kerja antara Lain,Drs.H.Arifuddin Toppo,Amujib,Aco Musaddad,Muliadi Prayitno, Aco Musaddad dan Nengah.
      Dialog yang penuh keramahan dan suasana akrab tersebut, meskipun sesekali ritme dialog menjadi tegang manakala Tim pakar meminta parameter ilmiah Indikator program yang dituangkan dalam RPJMD oleh OPD namun dengan gaya bahasa yang lembut dan feminis seorang   Yuyun yundini, Putri Sang Legend Penyair Indonesia,Husni Djamaluddin yang bertindak sebagai moderator,menjadi cair dan sejuk seperti butiran-butiran salju yang meleleh di bebatuan.
      Diskusi tentang Rancang Bangun(Desain) RPJMD Sulbar, yang telah dibahas selama dua hari tersebut diharap dibekap oleh data berbasis IT yang paripurna, dengan data yang berbasis IT tersebut akan menjadi rujukan pemprov dalam menyusun dan mengupdate informasi pembangunan di Sulbar.” Kita akan mengsupport anggaran untuk pembuatan database yang berbasis IT, Karena ini adalah tekad kita bersama untuk mewujudkan pemerintahan yang modern di Sulbar,” Ujar Gubernur Sulbar ABM pada sesi dialog akhir pembahasan RPJMD Sulbar tersebut.
      Untuk membekap data dan informasi pembangunan di Sulbar, Pemprov dibawah Kendali Gubernur dan Wakil Gubernur Sulbar, harus maksimal dan paripurna untuk menghasilkan satu data sentral di sulbar.” Terkait pembuata database berbasis IT ini, kita tidak boleh setengah hati,pemprov harus total, mulai dari grand desain,Roadmap sampai pada pelatihan para pengelola IT tersebut tahun 2017 ini dan tahun 2018 nanti kita sudah bisa akses,” Harap Dr.Idris DP putra Mandar Deputi di LAN RI selaku anggota Dewan Pakar Penyusunan RPJMD Sulbar.
      Kehadiran baseline data berbasis IT,memang sangat urgen bagi pemerintah.Karena dengan data IT tersebut masyarakat dapat saling berinteraksi dari aspek informasi melalui jaringan IT(Internet), tidak hanya bersifat aplikasi tetapi media sebagai tempat berinteraksi masyarakat
” Data berbasis IT ini bukan semata Aplikasi,tetapi salah satu fungsinya adalah interaksi,dan tempat berinteraksi antara masyarakat satu dengan yang lain terkait semua informasi yang tersedia pada data tersebut,” Ujar Dr.Imam Utomo,pakar IT UI.
      Kemudian untuk security dan saffety dari baseline data berbasis IT itu kelak data tersebut harus dilindungi dan diproteksi melalui coding,karena jika tidak maka data tersebut dapat berubah dan tidah muda diakes.” Coding data sangat penting untuk memastikan data tersebut sebagai satu-satunya sumber data yang jadi rujukan,software dari data tersebut kita harus ambil dari pembuat ITnya,supaya nanti jika ITnya pergi kira tetap dapat mengakses,” Pungkas Suyuti Marzuki,salah satu angggota Dewan Pakar penyusunan RPJMD sulbar.(samad)

Berita Terkait: