Tim Saber Pungli Provinsi Gelar Sosialisasi di Mateng

Wakil ketua Tim Saber Pungli Sulbar, Suriadi,SE;MAk saat menyampaukan sambutan pada kegiatan Sosialisasi Saber Pungli di Topoyo(photo:smd)

BANNIQ.COM.Topoyo. Upaya untuk menghapus tindakan  Pungutan Liar (Pungli) yang selama ini cukup banyak merugikan masyarakat yang menjadi korban dari tindakan tersebut, terus digalakkan oleh pemerintah, salah satunya dengan pembentukan Tim Saber Pungli di Seluruh Provinsi di Indonesia Melalui Perpres Nomor 87 Tahun 2016,Tentang Tim Satgas Saber Pungli.

Untuk provingsi Sulbar, Tim pencegahan dan penindakan pungutan liar ini melakukan gerakan penyadaran kepada pejabat negara/daerah untuk menghindari praktek tersebut, salah satunya melalui kegiatan sosialisasi.

Dirkrimum Polda Sulbar, Kombes Pol Yafeet Duma Parembang(photo:smd)

Kamis(26/7/2018) di Aula Rujab Bupati Mateng, Tim Saber Pungli Provinsi Sulbar menggelar kegiatan Sosialisasi pencegahan Pungli, yang diikuti kepala desa se Kabupaten Mateng.

Dirkrimum Polda Sulbar,Kombes Pol Yafet Duma Parembang, selaku pemateri sosialisasi tersebut menjelaskan bahwa pungli yang telah merugikan keuangan negara dan turut menjadi  penghambat pembangunan selama ini, menjadi persoalan yang sangat penting untuk diberantas sehingga karena pentingnya pemberantasan tersebut pemerintah membentuk Tim Saber Pungli melalui Perpres.

Kemudian salah satu dari 8 poin yang menjadi sasaran pemantauan Tim Saber Pungli tersebut sambung  Yafet adalah Dana desa.” Kita berharap dari kegiatan ini Kepala desa sebagai pengelola Dana desa untuk menggunakan anggaran sesusai peraturan perundang-undangan, dan salah satu yang menjadi sasaran pengawasan oleh Tim Saber Pungli dari 8 poin sasaran, adalah dana desa,” urainya.

Dari pemantauan untuk penggunaan dan dana desa di Provinsi Sulbar selama tim saber pungki terbentuk, untuk Kabupaten Mamuju Tengah secara umum Kepala Desa dan perangkatnya lebih profesional dalam menggunakan dana desa.” Kalau dibandingkan kabupaten lain, di Mateng ini lebih profesional dalam mengelola dana desa, terutama pembuatan regulasi seperi perdes, mungkin karena pembinaan Bupati yang mantan Kepala Desa,” Imbuhnya.

Terkait laporan praktek  pungli yang dilakukan oleh kepala desa di Sulbar , sebut Yafeet belum ada laporan yang sampai ke Polda.” Sampai saat ini belum ada laporan, namun kami telah instruksikan ke jajaran kami untuk terus mencari informasi, melakukan pengawasan dan pemantauan, karena sesuai pungsi kepolisian yakni Penegakan hukum dan pengungkapan perkara,” Tandasnya.

Di tempat yang sama, wakil ketua Tim Saber Pungli Sulbar, yang juga Inspektur Inspektorat Pemprov Sulbar Suriadi,SE;M.Ak. mengatakan, dari sosialisasi tersebut diharapkan para penyelenggara negara untuk bekerja srsuai aturan main.” Harapan kita dari kegiatan ini agar para penyelenggara negara ini sadar untuk bekerja sesyai aturan main jangan menarik sesuatu yang melebihi apa yang seharusnya atau tidak sesuai dengan peruntukannya,” Jelasnya.

Kemudian dalam proses pengawasan terhadap dugaan praktek pungli tersebut sebut Suriadi, tetap mengedepankan upaya pembinasn persuasif .” Dalam rangka pengawasan pungli kita tetap mengedepankan upaya persuasif, namun bila upaya itu tak diindahkan, pasti dilakukan penindakan,” pungkasnya.

Salam komando berantas pungli, Dirkrimum Polda Sulbar Kombes Pol Yafeet Duma Parembeng dengan Ketua GMPK Sulbar, Andi Muh Taufan(photo:smd)

Harapan yang sama juga disampaikan oleh Penggist Korupsi Sulbar yang juga ketua GMPK, Andi Taufan. Taufan mengapresiasi Tim Saber Pungli Sulbar karena mampu memberi penyadaran kepada Aparat desa untuk tidak melakukan praktek Pungli.Kami mengapresiasi Tim Saber Pungli Sulbar yang telah melakuka sosialisasi ini, karena dengan sosialisasi ini aparat desa akan sadar untuk tidak melakukan tindakan pungli dalam menyelenggarakan pemerintahan di desanya”Pungkasnya.(smd)

 

 

 

Berita Terkait: