Uksin Apresiasi Pembangunan Kembali Tugu Pahlawan Di Pasangkayu

Keterangan: Anggota DPRD Matra,Fraksi PAN,Uksin Djamaluddin(photo:Edis)

Banniq.com.Pasangkayu

Pembangunan Tugu Pahlawan yang rencananya akan dibangun di Pantai Kota Pasangkayu, Kabupaten Mamuju Utara (Matra), Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) dengan bersimbolkan Bambu runcing kedepannya, sangat di apresiasi oleh salah satu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Matra, Uksin Djamaluddin. Hal ini diungkapkannya saat diwawancarai diruangannya, Rabu (16/08-2017). Menurut Uksin, perencanaan Pemerintah Daerah yang berniat membangun kembali Tugu pahlawan yang menyimbolkan perjuangan para pejuang-pejuang yang telah berupaya mempertahankan dan membela Negara waktu zaman penjajahan, sangat perlu dikenang oleh seluruh komponen masyarakat dan regenerasi akan datang.

“Monumen dalam mengingat perjuangan para pengdahulu kita itu sangatlah perlu. Agar Sejarah perjuangan para veteran dahulu dalam mempertahankan Daerah kita dari tangan para penjajah dapat selalu dikenang turun temurun hingga anak cucu kita kedepan”, ulasnya.

Politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini sangat yakin dengan akan dibangunnya kembali Tugu Pahlawan, juga di apresiasi oleh para keturunan para pejuang Veteran dan masyarakat. Karena menurutnya, perjuangan para Veteran adalah suatu Sejarah yang sangat perlu dikenang.

“Saya yakin, seluruh stakholder sangat mengapresiasi pembangunan Tugu Pahlawan ini. Karena hal ini adalah suatu sejarah yang sangat sakral dalam merebut dan mempertahankan Daerah kita ini dengan hanya bersenjatakan bambu runcing melawan penjajah demi mempertahankan Daerah yang kita cintai ini”, jelas Uksin Djamaluddin yang juga menjabat selaku ketua Badan Legislasi di Parlemen Matra ini.

Sekedar diketahui, Uksin Djamaluddin adalah sosok seorang turunan pejuang Veteran, Sammad (Nenek dari Uksin-red), yang salah satunya meninggal ditembak oleh para penjajah saat melawan dan mempertahankan sang saka Merah Putih agar dapat terus berkibar, dimana waktu itu yang kejadiannya di Pantai Pasangkayu, para penjajah memaksa agar sang saka merah putih diturunkan paksa di zaman penjajahan Kompeni Belanda.(Edis/s)

Berita Terkait: