Warga Desa Tallu Banua Sambut Kedatangan Saparuddin dan Syawal

Banniq.com.Sulbar

Kedatangan korban sandera Abu Sayyaf, Saparuddin dan Syawal disambut dengan suka cita oleh warga Desa Tallu Banua maupun warga yang berdatangan dari berbagai Kecamatan di Majene.

Dua warga sandera tersebut pulang ke kampungnya di Desa Tallu Banua, Kec. Sendana, Kab. Majene, Sulawesi Barat, melalui bandara perintis Tampapadang, Mamuju.
Keduanya diantar langsungĀ  oleh dua orang perwakilan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, dan dijemput oleh Kasatpol Majene H. Inindria, Kapolsek Sendana AKP Muh. Thamrin Nur, Bhabinkamtibmas Polsek Sendana Briptu Syafril, dan Kades Tallu Banua Saharang serta sejumlah keluarga dekat.

Sementara turut menunggu di rumah Saparuddin, Bupati Majene DR. H. Fahmi Massiara, Dandim 1401 Rahman Ramang, Kapolres AKBP Asri Effendy, sejumlah pejabat teras pemkab Majene.

Pesawat yang membawa Saparuddin dan Syawal serta empat orang keluarga dan dua orang utusan Kementerian Luar Negeri Republik indonesia (Kemenlu RI), itu sudah Landing (tinggal landas, red) di Bandara Tampapadang, Mamuju, Sulbar, sekitar pukul 13.00, wita.

Antusias warga yang menyemut di sekitar rumah Saparuddin, bahkan ratusan warga lainnya tak mau kehilangan momen membahagiakan itu, berjejer di sepanjang jalan poros Sendana-Mamuju atau trans Sulawesi.

Salah satu keluarga dekat Saparuddin, Alwi mengungkapkan suka citanya atas kedatangan dua keluarganya itu, setelah di culik oleh kelompok pemberontak Abu Sayyaf, Philipina, selama sebelas bulan, sejak 16 November 2016- Kamis September 2017.

“Kami semua keluarga di sini sudah lama menunggu kedatangannya. Ya kami gembira sekali karena sudah ada’mi di bandara udara Mamuju (Tampapadang, red) sekarang, tinggal kita jemput di sini,”ujar Alwi lewat telepon genggam. (Cha/s)

Berita Terkait: