Setelah Pengembangan Gula Semut, Kini Masyarakat Karossa Budidaya Sereh Wangi

Kepala desa Karossa, Selereksi, saat menyampaikan sambutan pada kegiatan Launcing Budidaya Tanaman Sereh Wangi yang difasilitasi UPTD KPH Karossa belum.lama ini(photo:repro)

BANNIQ.COM.Karossa. Desa Karossa dengan potensi Perkebunan dan kehutanan yang dimiliki terus mengembangkan dan membudidaya potensi tersebut.Setelah beberapa pekan lalu, Desa yang dipimpin oleh Kepala Desa yang berfikiran visioner ini, telah melaksanakan pelatihan pembuatan Gula Semut, Beberapa hari lalu kembali kelompok tani di Desa ini melaksanakan Launcing Pengembangan Tanaman Sereh Wangi, yang difasilitasi oleh UPTD KPH Karossa Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Barat.” Kami dan kelompok tani yang ada di Desa ini berterima kasih kepada pihak UPTD KPH Karossa yang secara berkesinambungan memberikan dukungan dan bantuan untuk pengembangan potensi yang ada di desa Kami, dan kali ini mereka kembali menfasilitasi  pelaksanaan Launcing penanaman Sereh Wangi di desa ini,” Terang Kepala Desa Karossa, Selereksi,Rabu(11/7/2018).

Seperti pelatihan Pembuatan Gula semut, beberapa waktu lalu, Sambung Kades yang dikenal dekat dengan media ini, pihak KPH Karossa menjadi pendukung utama kegiatan Launcing Budidaya tanama Sereh wangi tersebut, baik dari bibit, pemeliharaan maupun nanti kalau sudah berproduksi merekalah yang akan memfasilitasi Pemasarannya.” Budidaya tanaman sere Wangi sebagai bahan untuk memproduksi minyak atsiri ini, didukung penuh oleh pihak KPH Karossa, baik penyediaan bibit, bantuan untuk pemeliharaannya maupun untuk pemasarannya nanti kalau sudah berproduksi,” Timpal Selereksi.

Bibit tanaman Sereh Wangi (bahan pembuatan minyak atsiri) yang dibudidaya oleh Petani di Karossa(photo:repro)

Budidaya tanaman Sereh wangi di atas tanah seluas 50 Ha tersebut, sebut Selereksi,  juga merupakan bentuk eduksi ke Masyarakat untuk merubah Mindset mereka. Karena selama ini pola pikir petani yang ada di desanya, masih menganggap satu komoditas sebagai andalan yakni kelapa sawit, mereka menganggap   bertani itu hanya menanam  satu komoditas yakni sawit.” Dengan pelatihan dan Kegiatan budidaya yang telah difasilitasi oleh pihak KPH, selain untuk manfaat ekonomis,  kita juga berharap pola pikir kelompok tani di desa ini makin berubah, karena selama ini anggapan mereka nanti dikatakan bertani kalau tanam sawit,” Tandasnya.

Dengan pengembangan tanaman tersebut, masih Kata kades yang energik.ini juga merupakan sebuah langkah persiapan untuk  menyikapi efek dari persaingan global tentang kelapa sawit yang perlahan tergeser oleh kehadiran Minyak Zaitun yang sekarang lebih banyak diminati masyarakat Eropa” Manfaat lain dari kegiatan ini, kita juga berharap kepada masyarakat untuk dapat memahami kondisi Komoditas sawit sekarang dimana masyarakat khususnya di Eropa perlahan beralih ke Minyak zaitun yang lebih diminati saat ini, nah ketika nanti sawit tidak lagi dapat dijadikan primadona seperti fenomena kakao di Era 98, komoditas alternatif seperti sereh wangi ini dapat menopang kehidupan ekonomi petani kita,” pungkas kades yang dikenal periang ini.(smd)

Berita Terkait: